PALOPO.Lintera News | Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam aliansi AMARAH menggelar aksi unjuk rasa di depan Mapolres Palopo pada Senin, 10 Maret 2025. Dalam aksi tersebut, para mahasiswa melakukan pembakaran ban bekas dan memutarinya sambil bergandengan tangan, memperagakan tarian kedukaan Bastem, yakni Ma Badong.

Para demonstran mengangkat tuntutan agar Polres Palopo segera menuntaskan dan menangkap pelaku pembunuhan almarhum Feni Ere, yang jasadnya ditemukan dalam keadaan sudah menjadi kerangka di sebuah hutan lindung di Km 35 Battang Barat, Kota Palopo Jumat 7 Februari 2025,setelah Feni Ere dilaporkan hilang sejak 26 Januari 2024.

Tidak hanya itu, mahasiswa juga menyoroti kinerja oknum kepolisian Polres Palopo yang diduga mengabaikan laporan kehilangan Feni Ere. Mereka mengkritik kata-kata tidak pantas yang dikeluarkan oleh oknum polisi saat menerima laporan kehilangan almarhum Feni Ere setahun yang lalu.

“Kami meminta kepada Kapolres Palopo untuk memproses oknum polisi yang mengeluarkan kata-kata tidak pantas kepada keluarga korban seperti “Dewasa mi anak ta, pergi ji dengan pacarnya nanti juga dia pulang dengan sendirinya” ungkap salah seorang pendemo.

Aksi demonstrasi ini mendapat respon positif dari pihak kepolisian, terlihat ketika Kapolres Palopo AKBP Safi’i Nafsikin langsung menyambut, menerima, dan mendengarkan tuntutan mahasiswa tersebut dengan seksama.

Menyikapi tuntutan tersebut, Kapolres Palopo AKBP Safi’i Nafsikin menegaskan bahwa pihaknya telah melakukan progres dalam pengungkapan kasus dugaan pembunuhan almarhum Feni Ere. Menurutnya, terkait dengan kode etik kepolisian, pihaknya telah mendengar informasi dari keluarga korban yang pada saat itu sepakat untuk tidak mempermasalahkan perkataan oknum tersebut, dan lebih memilih fokus pada pengungkapan kasus.

Namun, meskipun keluarga korban tidak mempermasalahkan hal tersebut, Kapolres memastikan akan menindaklanjuti informasi mengenai oknum tersebut sebagai bahan koreksi dan evaluasi internal Polres Palopo.

“Terkait kode etik, kami sudah mendengarkan informasi dari pihak keluarga korban. Pada saat itu mereka sepakat untuk tidak mempermasalahkan hal tersebut dan tetap fokus pada pengungkapan kasus. Namun, kami tetap akan menindaklanjuti informasi itu karena hal tersebut akan menjadi bahan koreksi dan evaluasi bagi kami,” tegas AKBP Safi’i Nafsikin.

Kapolres juga menjelaskan bahwa sejak laporan pertama diterima, kasus ini telah ditindaklanjuti dan mendapatkan dukungan dari Polda Sulsel. Pihaknya juga menjamin bahwa kasus ini terus berjalan dengan profesional, bahkan melibatkan tim dari Mabes Polri untuk Scientific Crime Investigation agar dapat mengarah pada pelaku dan menjadi bukti yang kuat di pengadilan.Sebab dalam kasus ini, Tim tidak mengejar pengakuan dari pelaku

” Kami akan terus bekerja dengan di Backup oleh Tim dari Polda Sulsel dan bahkan sudah dikirim ke Mabes Polri untuk Scientific Crime Investigasion nya supaya bisa lebih mengarah kepada pelakunya dan tentunya ini menjadi dasar kita nantinya di pengadilan karena kita tidak mengejar pengakuan, tetapi alat bukti yang valid dari Scientific Crime Investigasion itu”tegas Kapolres Palopo

Demonstrasi berakhir dengan damai setelah mahasiswa menerima penjelasan dari Kapolres Palopo terkait langkah-langkah yang sedang diambil dalam proses penyidikan kasus tersebut.(FS)