WALENRANG ,Lintera News | Penanganan sejumlah kasus kriminal oleh Polsek Walenrang, Kabupaten Luwu, kembali menjadi sorotan tajam.Pasalnya hingga saat ini, pihak kepolisian Polsek Walenrang belum berhasil mengungkap dan menangkap pelaku dalam sejumlah kasus penting di wilayah hukum mereka.

Jika kasus pemarangan oknum Babinsa saja belum dapat diungkap, pertanyaan pun muncul mengenai penanganan kasus-kasus lain di wilayah tersebut.

Bukti ketidakefektifan penanganan kasus tidak hanya terlihat pada kasus pemarangan. Kasus KDRT dan pencurian di sebuah warung milik warga Walenrang Timur yang meninggalkan jejak sidik jari dan terekam CCTV juga belum berhasil diungkap oleh Polsek Walenrang. Hal ini menunjukkan kesulitan pihak kepolisian dalam mengidentifikasi pelaku di balik pencurian tersebut.

Sorotan keras datang dari LSM Progress. Ahmad, mengecam keras lambannya kinerja Polsek Walenrang dalam penanganan kasus kriminal

“Apa gunanya ada aparat kalau Masyarakat terus merasa tidak aman? Bukti-bukti sudah ada, tapi pelaku masih belum tertangkap.” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa Polsek Walenrang terkesan hanya reaktif, tidak proaktif dalam menindaklanjuti laporan masyarakat.

“Kami menduga ada pembiaran atau bahkan ketidakmampuan aparat dalam menjalankan tugasnya secara profesional. Kalau tidak mampu, lebih baik diganti saja dengan yang lebih kompeten,” lanjut Ahmad

Ahmad yang di kenal kritis mendesak pihak kepolisian daerah Kapolda Sulsel untuk segera mengevaluasi kinerja Kapolsek Walenrang.

” Kami meminta kepada Kapolda Sulsel agar mengevaluasi kinerja Kapolsek Walenrang secara menyeluruh “kata Ahmad dengan nada geram

Dikonfirmasi terpisah, Kapolsek Walenrang. AKP Idul menjelaskan bahwa kasus KDRT sudah masuk proses sidik kemudian pemarangan Babinsa dan pencurian di Walenrang Timur masih dalam proses penyelidikan

“Kasus pencurian dalam proses Lidik, untuk kasus aniaya Bhabinsa dalam proses penyelidikan dan pelaku DPO,untuk kasus kdrt proses sidik, pelaku dalam pencarian dan akan di terbitkan sp kap sperti mas” ujar Kapolsek, Selasa 10 Juni 2025

Terkhusus kasus pencurian Kapolsek Walenrang mengakui bahwa saat ini pihaknya masih kesulitan untuk mengidentifikasi pelaku pencurian .

“Dalam proses penyelidikan pak, sidik jari yang di ambil di TKP sudah tidak sempurna, rusak, terkait cctv juga kami belum bisa indentifikasi siapa pelakunya yang kemrin di curigai di panggilan ciri-ciri tidak seperti yang ada di cctv” ujar AKP Idul

Ditanya mengenai sidik jari rusak,Kapolsek Walenrang menegaskan kalau pengangkatan sidik jari tidak sempurna oleh identifikasi Polres Luwu

“Hasil pengangkatan sidik jari tidak sempurna oleh identifikasi polres” jelas nya (FS)