PALOPO.Lintera News | Tudang Sipulung merupakan tradisi sosial-budaya masyarakat Sulawesi Selatan, khususnya dalam sektor pertanian. Tradisi ini menjadi wadah musyawarah bagi para petani dan pemangku kepentingan untuk menentukan jadwal turun sawah secara serempak, yang kali ini ditetapkan untuk Musim Tanam (MT) April–September 2025.

Musyawarah tudang sipulung kec. Wara Barat di hadiri oleh berbagai pihak ( stakeholders) pemangku kepentingan unsur pemerintah (Dinas Pertanian, peternakan dan perkebunan diwakili oleh para Bid. ) Pelaku Usaha/ pelaku utama ( petani ) dan PPL se kec. Wara Barat. Hadir pula Camat Wara Barat dan para lurah se kec wara barat serta Babinsa, Babinkantibmas, POPT/ PHT wil. Palopo-Luwu.

Musyawarah Tudang Sipulung berlangsung di Kantor Kec.Wara Barat

Pada kesempatan tersebut ,Ka. BPP Wara Barat ( Palindungan Tandigau, STP., M. Si) biasa di sapa Bung Whowo, berharap agar setiap tahun dilaksanakan kegiatan Tudang Sipung sebum Turun sawah agar dpt menentukan jadwal tanam padi serentak pada MT berikutnya.

Dalam tudang sipulung di bicarakan masalah-masalah yang di hadapi petani yang diantara nya adalah ;

1.Tdak adanya tanam serempak

2.Kurangnya alsintan

3. Irigasi banyak yang rusak

4. Hama dan penyakit tanaman padi

5. Benih padi berlabel

6. Serap gabah pasca panen.

7.Pupuk bersubsidi

Adapun hasil kesepakatan bersama dalam Tudang Sipung di bacakan oleh Ka. Bpp Wara Barat yaitu :

1. Jadwal turun sawah MT Asep 2025 untuk Wara Barat terbagi 2 ( Battang, Lebang dan Tamarundung ) minggu I dan II Juni 2025. Namun ada rens waktu msh bisa minggu IV – minggu I juli mengikuti jadwal tanam kelurahan P. Lambe (minggu IV – minggu I Juli 2025) ikut dgn Telluwanua.

2. Varietas padi Mekongga, Chiherang dan Inpari 32

3. Pemberantasan hama tikus secara massa sebelum. Tanam.

4. Pola tanam Tapin ( tanam pindah ) dan tabela. (***)