PALOPO Lintera News | Puluhan petugas keamanan (Satpam) RSU Sawerigading melakukan aksi unjuk rasa di depan gerbang rumah sakit, yang terletak di Kelurahan To’Bulung, Kecamatan Bara, Kota Palopo, pada Senin, 6 Januari 2025.

Aksi ini dipicu oleh kebijakan pihak rumah sakit yang mengalihkan status mereka, yang sebelumnya bekerja sebagai tenaga honorer di rumah sakit pemerintah, menjadi karyawan di perusahaan pihak ketiga, PT. Tritas Jaya.

Selain melakukan unjuk rasa, sebanyak 19 orang Satpam juga memilih mogok kerja sebagai bentuk protes terhadap perubahan status pekerjaan mereka. Mereka merasa keputusan tersebut tidak sesuai dengan harapan dan merugikan masa depan mereka.

Para Satpam menilai bahwa pengalihan status ini terjadi tanpa pemberitahuan sebelumnya, dan mereka lebih memilih tetap menjadi tenaga honorer di RSU Sawerigading, yang mereka anggap lebih baik untuk kesejahteraan jangka panjang.

Mereka menegaskan bahwa lebih memilih bekerja di bawah naungan rumah sakit pemerintah, karena status honorer mereka dapat memberikan kesempatan untuk pengangkatan menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) yang prioritas bagi tenaga honorer yang sudah lama mengabdi.

“Kami, 19 orang Satpam RSU Sawerigading, menolak keras keputusan ini. Per 1 Januari, status kami dialihkan menjadi karyawan PT. Tritas Jaya. Keputusan ini jelas berdampak pada masa depan kami, terutama bagi teman-teman yang telah lama bekerja sebagai tenaga honorer. Sebagian besar dari kami memenuhi syarat untuk diangkat menjadi P3K, namun keputusan ini justru merugikan kami,” ungkap mereka serempak.

Salah satu alasan kuat penolakan ini adalah tawaran honor dari perusahaan pihak ketiga yang jauh dari dibawah standar perusahaan untuk Kota Palopo ( UMK )

“Perusahaan ini menawarkan Rp.2 juta per bulan, sedangkan rumah sakit Rp.1, 2 juta per bulan ditambah pendapatan lainnya. Kami masi memilih dipekerjakan rumah sakit ketimbang perusahaan yang menurut kami tidak begitu memikirkan masa depan teman- teman yang telah lama mengabdi di pemerintah,” lanjut salah seorang Satpam dan diiyakan yang lain.

Sementara itu, Direktur Utama RSU Sawerigading, dr. Rismayanti Amran Tandjung, yang dihubungi terpisah lewat Via Wats App hanya  menyatakan bahwa Terkait peralihan pihak ketiga pengelolaan Tenaga Satpam sementara di bicarakan secara internal

“Terkait peralihan pihak ketiga pengelolaan Tenaga Satpam sementara kami bicarakan pak, jadi blm ada perubahan dari tahun kemarin”ujarnya ( F .Suade )