PALOPO, Lintera News – Bulog Cabang Palopo menggelar kegiatan Coffee Morning bersama insan pers se-Kota Palopo di Aula Bulog, Kelurahan Lagaligo, Kecamatan Wara, Kota Palopo, Jumat (9/5/2025).

Kegiatan yang diprakarsai oleh Bulog ini dihadiri oleh Dandim 1403/Palopo dan LO Bulog Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat dan Insan Pers Kota Palopo

Coffee Morning ini bertujuan untuk mempererat silaturahim dan sinergitas dalam rangka menyukseskan program nasional Penyerapan Gabah Petani (Sergap), khususnya di wilayah Luwu Raya.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Bulog Kota Palopo, Adi Yanuar, menjelaskan bahwa wilayah kerja Bulog Cabang Palopo meliputi enam kabupaten/kota, yaitu Kota Palopo, Luwu Timur, Luwu Utara, Tana Toraja, dan Toraja Utara. Ia menekankan sinergi antara Bulog dan TNI Kodim 1403/Palopo dalam menyukseskan program Sergap untuk meningkatkan ketahanan pangan.

“Kami dari Bulog telah bersinergi dengan TNI AD, Kodim 1403/Palopo dalam rangka menyukseskan program nasional untuk meningkatkan ketahanan pangan melalui Penyerapan Gabah Petani (Sergap),” ujarnya.

Adi Yanuar juga menyampaikan bahwa Bulog saat ini melaksanakan instruksi Presiden RI untuk menyerap gabah petani dengan harga pembelian Rp 6.500/kg.

“Alhamdulillah, banyak kita lihat juga di media dan sosial media bahwa sudah banyak petani yang menikmati hasil panennya. Harapan kami, ini akan meningkatkan semangat petani dalam bercocok tanam sehingga mendapatkan hasil yang baik,” lanjutnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan dua mekanisme penyerapan gabah yang dilakukan Bulog, yaitu tim chapter jemput gabah yang membeli langsung di tingkat petani dan melalui mitra pengadaan yang terdaftar. Mekanisme ini dinilai sangat membantu Bulog dalam merealisasikan arahan presiden untuk menjaga harga gabah di tingkat petani tidak di bawah Rp 6.500/kg dan melakukan penyerapan semaksimal mungkin.

“Alhamdulillah, target kami sudah 36.275 ton atau kurang lebih 139%. Realisasi penyerapan ini sangat terbantu sekali dengan koordinasi Pak Dandim, karena Babinsa di lapangan membantu kami menginformasikan kapan dan di mana panen, sehingga kami dapat secepatnya melakukan penyerapan,” ungkap Adi Yanuar.

Ia mengakui adanya kendala, terutama terbatasnya jumlah penggilingan. Namun, Bulog telah mengantisipasinya dengan bekerja sama dengan penggilingan dari Sidrap dan cabang lain di Sulawesi Selatan. Meskipun penyerapan sangat masif, Bulog berupaya maksimal dengan sumber daya yang ada.

“Dalam dua bulan terakhir (Maret-Mei), penyerapan gabah berjalan dengan baik, meskipun terdapat keterbatasan gudang yang diatasi dengan penyewaan gudang swasta” terang nya

Pada Kesempatan yang sama , Dandim 1403/Palopo,Letkol Arm Kabit Bintoro Priyambodo menyampaikan bahwa Kodim 1403/Palopo bersama pemerintah setempat dan Bulog telah bersinergi sejak tahap sosialisasi, musim tanam, hingga panen hingga memastikan petani menerima harga gabah sesuai kebijakan pemerintah, yaitu Rp 6.500/kg.

Letkol Arm Kabit Bintoro Priyambodo berharap agar panen ke depan, gabah dapat dikemas tanpa menggunakan jerami untuk menghindari kerugian petani akibat potongan berat.

Sementara itu, LO Bulog Sulselbar, Purn TNI Mayor Martinus Gassing mengatakan Sinergitas ini sangat penting guna membantu melakukan peningkatan Serapan Gabah Petani dengan menyusun strategi penyerapan gabah bersama mitra lokal, termasuk Satgas Pangan, TNI, dan pemerintah

” Kami menyusun strategi penyerapan gabah bersama mitra lokal, termasuk Satgas Pangan, TNI, dan pemerintah daerah itu sendiri.” jelas nya (***)