PALOPO LinteraNews — Jelang Pemungutan Suara Ulang (PSU), beragam isu negatif menyerang Cawalkot nomor urut 04, Hj. Naili Trisal. Namun demikian pendukung dan simpatisannya tetap tenang. Itu karena mereka yakin bahwa kemenangan akan direbut lagi.

Mengenai tudingan atas dugaan pemalsuan data Surat Pemberitahuan (SPT) pajak tahunan, Hj. Naili Trisal tetap bersikap tenang hingga akhirnya tuduhan itu dapat ditepis dengan bukti otentik.

“Setelah kami telusuri, kami temukan bukti fisik otentik yang meyakinkan dan sah. Yakni SPT pajak dari tahun 2021, 2022, 2023,

2024, hingga 2025 semua resmi dari Dirjen Pajak. Jadi mohon maaf, mungkin Bawaslu keliru dan prematur mengeluarkan isu terkait

SPT pajak Naili,” kata Tim Kuasa Hukum Paslon Nomor 4, Baihaki SH didamping Ketua Tim Pemenangan, Mustahir Sidu Alias Tato, dalam konferensi pers Rabu 7 Mei 2025.

Sambil memperlihatkan secara langsung riwayat pelaporan SPT pajak Naili, Baihaki menegaskan bahwa bukti otentik itu adalah bukti yang sah dan sah secara hukum yang biasanya dibuat oleh pejabat berwenang.

Sementara itu, Juru Bicara (Jubir) paslon nomor 4, Haedar Djidar bertegas bahwa pihaknya telah mengakses data SPT Pajak Naili

melalui aplikasi resmi Direktorat Jenderal (Dirjen) Pajak dan ditampilkan langsung ke layar televisi sehingga tuduhan adanya pemalsuan SPT sama sekali tidak berdasar.

“Ini ada surat keterangan fiskal resmi yang memuat kode QR (barcode) aktif. Setelah dipindai, barcode tersebut menampilkan dokumen resmi dari Ditjen Pajak yang menyatakan bahwa Naili telah memenuhi kewajiban perpajakannya selama lima tahun terakhir. Jadi tidak ada yang bermasalah dengan SPT Ibu Naili. Semua sudah jelas dan transparan. Surat keterangan fiskal ini bisa dicek keabsahannya secara digital,” tegas Haedar.

Haedar pun menyayangkan pihak-pihak tertentu yang sengaja memelintir isu ini ke ruang publik tanpa dasar, bahkan menyebarkannya cara masif di media sosial.

“Kami minta kepada rival politik agar bermain secara elegan. Jangan menggunakan medsos sebagai alat
serangan politik yang anarkis. Pilkada adalah kontestasi gagasan, bukan ajang fitnah,” tandasnya. (rls/one)