Foto : Kerangka Jenazah yang di yakini Feni Ere Tiba di Kediamannya

PALOPO.Lintera News | Penemuan kerangka mayat di Kilometer 35, Kelurahan Battang Barat, Kecamatan Wara Barat, Kota Palopo, akhirnya memperoleh titik terang.

Berdasarkan hasil pemeriksaan fisik, seperti susunan gigi dan rambut, kerangka tersebut menunjukkan kesamaan dengan ciri fisik Feni Ere, Sales Honda Sanggar Laut Palopo, yang dilaporkan hilang sejak 25 Januari 2024.

Orang tua dan keluarga korban meyakini bahwa kerangka tersebut adalah milik almarhumah Feni Ere, dengan keyakinan 99% berdasarkan kemiripan Fisik dan Pakaian yang ditemukan di lokasi

Kerangka mayat yang diduga kuat adalah almarhumah Feni Ere  (28) ini kemudian diserahkan kepada keluarga sesuai permintaan orang tua dan keluarga korban. Penyerahan tersebut dilakukan setelah pihak kepolisian Polres Palopo berkoordinasi dengan Kepala Bidokkes Polda Sulsel.

Kasi Humas Polres Palopo, AKP Supriadi, menjelaskan bahwa tim Polres Palopo, yang didampingi Inafis dan bekerja sama dengan Rumah Sakit Kota Palopo, menyerahkan kerangka tersebut kepada keluarga korban. Penyerahan ini dilakukan berdasarkan keyakinan orang tua dan keluarga, serta hasil koordinasi dengan Kepala Bidokkes Polda Sulsel.

“Kerangka ini diserahkan kepada keluarga korban setelah koordinasi dengan Kepala Bidokkes Polda Sulsel, karena kerangka tersebut identik dengan korban dan berdasarkan keyakinan orang tua dan keluarganya,” ujar AKP Supriadi, yang dibenarkan oleh Kasat Reskrim Polres Palopo.

Namun, AKP Supriadi menegaskan bahwa meskipun demikian, pihak kepolisian masih fokus pada proses identifikasi untuk memastikan identitas kerangka tersebut. Saat ini, pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan DNA dari Tim Forensik Polda Sulsel.Terlepas daripada itu,Tim Satreskrim Polres Palopo juga  melakukan penyelidikan terkait adanya dugaan pembunuhan

“Kami dari Polres Palopo masih menunggu hasil pemeriksaan DNA dari Tim Forensik Polda Sulsel,dan juga melakukan proses penyelidikan dugaan pembunuhan ” tegasnya.

Sementara itu, Farma dan Farwi, yang merupakan Tante dan Paman almarhumah Feni Ere, mengungkapkan bahwa mereka yakin kematian Feni Ere merupakan akibat kekerasan dan pembunuhan. Dugaan ini semakin kuat setelah ditemukan kain bernoda darah di depan pintu, yang diduga berasal dari Feni Ere.

Menurut mereka, Feni Ere dilaporkan hilang pada Kamis, 25 Januari 2024, setelah mendapat informasi dari seseorang yang bukan dari keluarga, melainkan orang yang memiliki hubungan pribadi dengan Feni Ere. Keesokan harinya, Jumat, 26 Januari 2024, keluarga melaporkan kejadian ini ke Polres Palopo. Hingga akhirnya, pada 20 Februari 2025, tepat di hari ulang tahunnya yang ke-28, Feni Ere ditemukan dalam kondisi yang mengenaskan.

“Pertama kali kami mendapatkan informasi Feni Ere hilang pada Kamis, 25 Januari 2024, dan itu pun kami dapatkan bukan dari keluarga orang tuanya, melainkan dari orang dekat yang memiliki hubungan pribadi dengan almarhum. Setelah itu, pada Jumat, 26 Januari 2024, kami membuat laporan resmi di Polres Palopo,” ujar Farma dan Farwi kompak.

Mereka meyakini bahwa kerangka yang ditemukan di Battang Barat adalah keponakannya (Feni Ere) karena kerangka tersebut menunjukkan kemiripan yang sangat tinggi, baik dari segi tengkorak, susunan gigi, pakaian yang ditemukan, serta sampel rambut yang memiliki ciri khas pirang.

“Kerangka tersebut memiliki kemiripan dengan Feni Ere, baik dari tengkorak, susunan gigi, pakaian yang ditemukan, dan sampel rambut. Feni Ere terakhir kali memiliki sedikit pirang pada rambutnya,” ujar Farwi, yang diamini oleh Farma.

Keluarga korban berharap agar pihak berwenang, termasuk Aparat Kepolisian Polres Palopo, segera menangkap pelaku dan mengungkap motif di balik kematian almarhumah. Mereka meyakini bahwa Feni Ere telah dibunuh dengan kekerasan.

“Kami berharap kepada semua pihak, terutama bapak Presiden dan aparat kepolisian, agar segera menangkap pelakunya. Kami sangat berduka, sudah satu tahun kami kehilangan Feni, dan akhirnya ditemukan dalam kondisi seperti ini. Anak kami pasti dibunuh dan mengalami kekerasan. Jadi, tolong tangkap pelakunya,” harap mereka.( FS )