LUWU UTARA.Lintera News | Pemerintah Desa Tete Uri bekerja sama dengan Babinsa, Bhabinkamtibmas Polsek Sabbang, dan Polres Luwu Utara, bergerak cepat menanggapi pertikaian antara pemuda Desa Buangin Dusun Rante Pasang dan pemuda Desa Tete Uri yang terjadi di Baruga Desa Tete Uri pada 8 Januari 2025.
Pertemuan yang dihadiri oleh tokoh masyarakat dan tokoh pemuda kedua belah pihak ini berhasil menciptakan keharmonisan kembali antara pemuda Tete Uri dan pemuda Pongkarok Dusun Rante Pasang, Desa Buangin, Kecamatan Sabbang Selatan, Kabupaten Luwu Utara.
Serda Marjun, anggota Koramil Sabbang, menyampaikan bahwa pihaknya bekerja sama dengan Bhabinkamtibmas Tete Uri dan Bhabinkamtibmas Buangin dalam menyelesaikan konflik ini secara kekeluargaan.
“Kami ingin menghindari agar kejadian ini tidak berlarut-larut dan tidak ada dendam di antara kalian,” ujarnya.
Seorang ibu yang hadir dalam pertemuan tersebut mengungkapkan bahwa ketegangan yang terjadi disebabkan oleh kurangnya saling kenal antar pemuda yang diperburuk oleh pengaruh alkohol.
“Mesa tongkonan, yang berarti kita semua adalah keluarga. Ini hanya karena mereka tidak saling mengenal,” katanya.
Sebagai hasil dari mediasi, kedua pihak sepakat untuk menyelesaikan masalah ini secara damai dengan menandatangani surat perjanjian.
“Perdamaian ini kami anggap selesai. Namun, apabila kejadian serupa terjadi lagi, pihak keamanan dan pemerintah desa tidak akan memberikan toleransi. Kasus tersebut akan langsung dilimpahkan ke Polsek atau Polres,” tegas pihak keamanan setempat.(S.Soni)

