PALOPO ,Lintera News | Tiga Pilar Kelurahan Sabbamparu meninjau langsung Pos Satkamling Terpadu dan lokasi ketahanan pangan yang dikelola oleh Kelompok Wanita Tani (KWT) Salamae Bersinar pada Minggu 07/06/2026
Kegiatan ini merupakan bagian dari agenda rutin sinergitas Tiga Pilar dalam rangka penguatan ketahanan pangan dan pemberdayaan masyarakat, khususnya kelompok perempuan tani di wilayah setempat.
Adapun unsur Tiga Pilar yang hadir terdiri dari unsur Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan Lurah, yang secara bersama-sama melakukan pemantauan langsung terhadap perkembangan kegiatan pertanian KWT serta kondisi keamanan lingkungan di sekitar lokasi.
Dalam kesempatan tersebut, Babinsa menitikberatkan pada penguatan semangat kebersamaan dan nilai gotong royong di tengah masyarakat. Ia melakukan pengecekan langsung terhadap lahan dan tanaman yang dikelola oleh KWT, sekaligus memberikan motivasi kepada para anggota agar tetap konsisten dan bersemangat dalam mengelola kebun produktif. Selain itu, Babinsa juga turut terlibat dalam kerja bakti seperti pembersihan lahan, pembuatan bedengan, hingga pemasangan ajir sebagai bentuk dukungan nyata terhadap aktivitas pertanian warga.
Tidak hanya itu, Babinsa juga menyampaikan materi wawasan kebangsaan, menegaskan bahwa kegiatan ketahanan pangan memiliki nilai strategis dalam mendukung ketahanan nasional. Ia juga memastikan situasi di lingkungan KWT tetap kondusif tanpa adanya potensi konflik, khususnya terkait pengelolaan lahan.
Sementara itu, Bhabinkamtibmas Aiptu Arfandi Wahab lebih menitikberatkan pada aspek keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Dalam suasana dialogis, ia melakukan silaturahmi dan komunikasi langsung dengan para anggota KWT untuk mendengarkan aspirasi, keluhan, serta kendala yang dihadapi di lapangan.
Tak hanya itu,Ia juga memberikan sejumlah imbauan kamtibmas, termasuk kewaspadaan terhadap maraknya kejahatan digital seperti judi online, pinjaman online ilegal, serta berbagai modus penipuan yang kerap menyasar kelompok masyarakat, termasuk kelompok tani. Ia menekankan pentingnya literasi digital agar masyarakat tidak mudah menjadi korban.
Selain itu, turut disampaikan pula himbauan terkait kebersihan lingkungan, di mana area kebun diharapkan tetap terjaga dari sampah serta tidak menjadi sarang penyakit seperti nyamuk. Pengelolaan sampah organik juga didorong untuk dimanfaatkan sebagai kompos guna mendukung pertanian berkelanjutan.
Bhabinkamtibmas juga berperan dalam mediasi apabila terdapat potensi permasalahan internal antaranggota KWT, khususnya terkait pembagian hasil panen maupun distribusi pupuk, agar dapat diselesaikan secara kekeluargaan tanpa menimbulkan konflik.(*)

