PALOPO,Lintera News | Sejumlah warga mengeluhkan terkait langkahnya tabung elpiji 3 kilogram di Kota Palopo, Sulawesi Selatan (Sulsel). Parahnya, akibat kelangkaan tersebut harga tabung bahkan tembus Rp 35.000 rupiah di pengecer.

“Kalau di warung-warung pengecer tembus harga Rp 35.000 rupiah, bagusji kalau naik saja, ini langkah juga,” kata seorang warga Selasa (9/6/2026).

Sunarti menuturkan, kelangkaan elpiji telah terjadi sejak seminggu belakangan. Sunarti mengaku heran dengan kelangkaan yang terjadi sangat tiba-tiba tersebut.

“Saya juga tidak tahu kenapa tiba-tiba langkah, sebelumnya ada terusji didapat di pangkalan harga Rp 20.000, ini sekarang tidak ada betulmi, kalau ke pangkalan ki habis semua nabilang,” jelasnya

Masih senada, seorang warga bernama Nugrah (32) turut memberi respon terkait kelangkaan elpiji. Dia menyebut, kelangkaan terjadi di seluruh Luwu Raya.

“Kalau buka ki facebook bukan cuma di Palopo, di Luwu Timur dan Luwu Utara itu paling parah, harganya tembus Rp 50.000,” bebernya.

Nugrah menjelaskan, kelangkaan itu dipicu karena banyaknya pangkalan yang membawa tabungnya menuju Morowali. Sambungnya, hal tersebut dilakukan pangkalan lantaran harga jualnya yang sangat tinggi.

“Bukanmi rahasia umum itu, na setiap hari kita lihat mobil pick up bawa tabung, dia bawa ke Morowali semua karena harga beli disana jauh lebih gila,” ungkapnya.

“Kalau mau berhenti langkah ini elpiji di Luwu Raya harus dari pihak pertamina atau migas, bersama APH turun tangan hentikan itu pendistribusian ke Morowali. Apalagi kita di Luwu Raya, hampir semua produk pertamina itu langkah, terlebih untuk solar dan elpiji,” tutupnya.(*)