LUWU TIMUR.Lintera News | Expo UMKM Desa Bawalipu Luwu Timur merupakan kegiatan kolaborasi antara KKN-T Universitas Muhammadiyah Palopo Posko 3 bersama Pemuda Desa Bawalipu yang bertujuan untuk mendukung pengembangan potensi ekonomi masyarakat melalui kreativitas dan pemberdayaan UMKM lokal. Mengusung tema “Bersatu, Berkarya, Berdampak”, kegiatan ini menjadi wadah bagi masyarakat, khususnya ibu rumah tangga, untuk belajar mengembangkan produk olahan berbasis potensi desa sekaligus memperkenalkan hasil karya mereka kepada masyarakat luas.

Rangkaian kegiatan diawali dengan Seminar UMKM pada tanggal 19 April 2026 yang menghadirkan materi mengenai ekonomi kreatif, pemberdayaan hasil laut, bisnis digital, dan pemasaran. Setelah seminar, peserta dibagi menjadi lima kelompok yang didampingi langsung oleh mahasiswa KKN-T dan pemuda desa dalam proses pembuatan hingga pengemasan produk. Dari proses pendampingan tersebut lahirlah berbagai produk olahan seperti dimsum ikan, otak-otak ikan, smoothie rumput laut, risol ikan, dan kukis rumput laut.

Puncak kegiatan dilaksanakan pada tanggal 9–10 Mei 2026 melalui pelaksanaan Expo UMKM yang dirangkaikan dengan penampilan Tari Mappadendang, penilaian produk UMKM oleh perwakilan Dinas Koperindag dan Dinas Perikanan, hiburan lagu daerah, senam massal, lomba senam, hingga acara penutupan resmi. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang pameran produk UMKM, tetapi juga menjadi ruang interaksi, pembelajaran, dan penguatan kerja sama antara mahasiswa, pemuda desa, pemerintah, dan masyarakat.

Kepala Desa Bawalipu Kabupaten Luwu Timur yang dalam hal ini diwakili oleh Sekretaris Desa menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan Expo UMKM tersebut. Menurutnya, kegiatan ini memberikan dampak positif bagi masyarakat karena mampu membuka wawasan baru mengenai pemanfaatan potensi lokal sebagai peluang usaha.

“Pemerintah Desa Bawalipu sangat mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan oleh mahasiswa KKN-T Universitas Muhammadiyah Palopo bersama pemuda desa. Kegiatan ini bukan hanya sekadar pameran, tetapi juga menjadi bentuk nyata pemberdayaan masyarakat. Kami melihat masyarakat, terutama ibu-ibu rumah tangga, semakin antusias untuk belajar mengolah potensi desa menjadi produk yang bernilai ekonomi,” ungkap Yogi Pratama, Sekretaris Desa Bawalipu.

Ia juga berharap kegiatan seperti ini tidak berhenti pada pelaksanaan expo semata, tetapi dapat menjadi langkah awal bagi masyarakat untuk terus mengembangkan produk UMKM secara berkelanjutan.

“Kami berharap produk-produk yang telah dihasilkan dapat terus dikembangkan, baik dari segi kualitas, kemasan, maupun pemasarannya. Pemerintah desa tentu mendukung setiap upaya yang dapat mendorong kemandirian ekonomi masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Dosen Pembimbing Lapangan KKN-T Universitas Muhammadiyah Palopo Posko 3, Ibu Riyanti, S.E., M.Ak menyampaikan bahwa meskipun tidak hadir secara langsung pada pelaksanaan Expo UMKM, koordinasi dengan mahasiswa tetap dilakukan secara intens sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan kegiatan. Menurutnya, Expo UMKM ini merupakan salah satu bentuk implementasi pengabdian mahasiswa kepada masyarakat.

“Sejak awal, mahasiswa terus berkoordinasi mengenai konsep, persiapan, hingga teknis pelaksanaan kegiatan. Saya sangat mengapresiasi semangat mahasiswa KKN-T Posko 3 yang mampu membangun kolaborasi dengan pemuda desa dan masyarakat. Kegiatan ini menunjukkan bahwa mahasiswa tidak hanya hadir untuk menjalankan program kerja, tetapi juga berupaya memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Lebih lanjut, Dosen Pembimbing Lapangan berharap kegiatan Expo UMKM ini dapat menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa sekaligus memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat Desa Bawalipu.

“Melalui kegiatan ini, mahasiswa belajar bagaimana bekerja bersama masyarakat, memahami potensi desa, serta merancang program yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Harapannya, kegiatan ini dapat menjadi awal yang baik bagi pengembangan UMKM lokal di Desa Bawalipu,” tuturnya.

Melalui kegiatan Expo UMKM ini, diharapkan masyarakat Desa Bawalipu semakin percaya diri dalam mengembangkan usaha berbasis potensi lokal, mampu memanfaatkan kreativitas sebagai peluang ekonomi, serta memperkuat semangat kebersamaan dalam membangun desa yang lebih mandiri dan produktif.(*/YS)