*Kalau Memang Krisis Kenapa Wilayah Lain Lancar?, Evaluasi Kinerja Direktur PDAM Palopo
PALOPO Lintera News — Kurang dari tiga pekan warga yang bermukin di belakang Kantor Camat Bara, Kelurahan Temmalebba dan sekitarnya kesulitan air untuk kebutuhan harian. Warga juga mempertanyakan sistem gilir yang dinilai tidak adil.
“Katanya airnya digilir dengan penjadwalan tapi mana jadwalnya. Sementara tagihan beban tetap berjalan. Harusnya di musim kemarau penggiliran lebih adil agar warga menikmati air bersih,” ujar sejumlah ibu rumah tangga di Kelurahan Temmalebba, Sabtu 18 Oktober 2026.
Yang paling menderita jika air mati total adalah kaum ibu rumah tangga. Betapa tidak, untuk kebutuhan memasak, cuci piring, cuci pakaian dan bahkan berwudhu, mandi, apalagi buang air besar, warga harus kasat kusut mencari sumber air lain.
“Kita menyadari debit air baku menurun. Tapi itu bukan alasan pembenaran untuk mematikan layanan selama 3 pekan tanpa solusi, tanpa tangki darurat, tanpa pemberitahuan yang jelas. Kami menduga kemungkinan besar ada persoalan manajemen dalam distribusi air bergilir sehingga wilayah kami tdk dapat air bersih,” katanya.
Dengan kondisi yang dialami warga Temmalebba adalah potret perlunya evaluasi serius terhadap manajemen distribusi PDAM Tirta Mangkaluku.
“Kami minta Pak Direktur turun langsung lagi ke Temmalebba. Karena yang kami butuhkan air bersih untuk masak dan kebutuhan harian, bukan janji,” ujar warga Temmalebba.
Warga juga meminta penjelasan dan mempertanyakan pemerataan sistem gilir, karena di beberapa wilayah lain layanan air disebutkan lancar mengalir.
“Sekali lagi kami butuh solusi agar air mengalir ke rumah kami. Dan Jika kinerja distribusi tidak kunjung membaik, kami mendesak Wali Kota mengevaluasi total jajaran direksi hingga mengevaluasi jabatan Direrktur PDAM Palopo,” desak warga lainnya.
Sementara itu, Direktur PDAM Tirta Mangkaluku Kota Palopo, Steven Hamdani belum dapat dikonfirmasi terkait keluhan tersebut hingga berita ini diterbitkan. (him)


