LUWU UTARA, Sulsel,Lintera News | Warga Dusun Sarembok, Desa Trapedo Jaya, Kecamatan Sabbang Selatan, mengeluhkan kondisi jembatan penghubung yang tak kunjung diperbaiki. Jembatan tersebut merupakan akses vital yang menghubungkan Dusun Sarembok dengan Tete Uri dan beberapa desa lain di Kecamatan Sabbang Selatan.

Seorang warga dilaporkan terjatuh di jembatan yang sudah lapuk tersebut. “Saya tidak apa-apa, hanya galon air minum untuk ke kebun yang pecah. Galonnya pun saya harus ganti ke penjual,” ungkap warga yang menjadi korban.

Ia juga menambahkan bahwa dirinya bukanlah korban pertama. “Sudah banyak yang jatuh karena jembatan ini lapuk, bahkan ada bagian yang sudah patah,” tambahnya.

Berbagai upaya konfirmasi kepada pihak desa telah dilakukan oleh warga, termasuk melalui sambungan telepon dan WhatsApp sejak tanggal 26 hingga 27 bulan ini. Namun, hingga berita ini diterbitkan, tidak ada respon dari Penjabat (PJ) Kepala Desa Trapedo Jaya.

Salah satu aparat desa yang berhasil dihubungi menyebutkan bahwa anggaran perbaikan jembatan sebenarnya telah diusulkan dalam Rencana Anggaran Tahun 2024 dan 2025. Namun, belum diketahui secara pasti bagaimana tindak lanjut penggunaan anggaran tersebut.

“Warga bertanya-tanya, apakah harus menunggu jatuhnya korban berikutnya baru jembatan ini diperbaiki?” ucap salah seorang tokoh masyarakat setempat.

Hingga saat ini, masyarakat masih menunggu tanggapan resmi dari PJ Kepala Desa Trapedo Jaya. Kejelasan dan transparansi penggunaan anggaran sangat dinantikan agar keselamatan warga yang melintasi jembatan tersebut dapat segera terjamin.(S.Soni)