PALOPO, Lintera News | Sebuah insiden yang melibatkan Kepala Bagian Operasi (Kabag Ops) Polres Palopo, Kompol Jhon Paerunan, dan Ketua LSM Aspirasi viral di media sosial.

Dalam narasi video yang beredar, Kompol Jhon Paerunan diduga menarik baju dan mendorong Ketua LSM Aspirasi hingga terjatuh saat berlangsungnya aksi demonstrasi di depan Kantor Pengadilan Negeri Kota Palopo, Kamis (29/10/2026).

Insiden tersebut terjadi ketika Kompol Jhon Paerunan menegur para pengunjuk rasa dengan nada keras agar tidak membakar ban bekas di lokasi demonstrasi.

Namun, imbauan tersebut mendapat tanggapan dari jenderal lapangan. Massa kemudian tetap membakar ban bekas di depan Kantor Pengadilan Negeri Kota Palopo.

Ketua LSM Aspirasi, Nasrum Naba, saat memberikan keterangan kepada awak media, menjelaskan bahwa aksi demonstrasi awalnya berlangsung aman dan kondusif. Namun, situasi berubah ketika massa tiba di depan kantor pengadilan.

“Awalnya kami melakukan aksi damai di depan Pengadilan Negeri Palopo. Namun, tiba-tiba datang Kabag Ops Polres Palopo, Kompol Jhon Paerunan, berteriak melarang pembakaran ban bekas,” ungkap Nasrum Naba.

Atas tindakan Pendorongan tersebut, Nasrum Naba mengaku telah menempuh jalur hukum dengan melaporkan Kabag OPS Kompol Jhon Paerunan di Propam Polda Sulsel dan Mabes Polri

” Saya laporkan Kompol Jhon Paerunan di Propam Polda Sulsel dan Mabes Polri atas perbuatannya yang menarik dan mendorong saya hingga terjatuh” tegas Nasrum

Nasrum Naba menilai sikap Kompol Jhon Paerunan dalam melakukan pengamanan aksi demonstrasi tersebut tidak mencerminkan semangat pelayanan dan pengayoman kepada masyarakat. Menurutnya, tindakan yang dilakukan oleh Kabag Ops Polres Palopo itu justru bertentangan dengan tagline Kapolri, yakni “Polri Bersama Masyarakat.”

“Menurut saya, sikap arogansi yang ditunjukkan Kabag Ops Kompol Jhon Paerunan tidak selaras dengan tagline Kapolri, ‘Polri Bersama Masyarakat’. Seharusnya, aparat kepolisian mengedepankan pendekatan humanis dalam mengawal dan mengamankan setiap aksi demonstrasi bukan malah menarik dan mendorong pendemo hingga terjatuh.” tegas (FS)