PALOPO Lintera News — Pasangan calon (Paslon) nomor urut 04, Hj. Naili Trisal – Akhmad Syarifuddin Daud (Ome) berhasil meraih suara terbanyak berdasarkan quick count (QC) dalam pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilkada Kota Palopo.

Atas kemenangan tersebut, Ome yang didamping juru bicaranya, Haedar Djidar dan Ketua Tim Pemenangan, Mustahir Sidu mengajak para pendukung dan simpatisan untuk mengawal rekapan hasil c1 tingkat TPS, kecamatan hingga tingkat Komisi Pemilihan Umum (KPU).

“Mari kita kawal Palopo Baru. Pendukung dan simpatisan diimbau tenang dan tidak macam-macam apalagi terpancing dengan isu negatif . PSU Pilkada Palopo harus tetap aman dan kondusif hingga ada hasil pleno KPU Palopo, Sulawesi Selatan,” kata Ome, dalam jumpa pers Minggu 25 Mei 2025 di salah satu warung kopi Jl. Ahmad Razak, Kota Palopo.

Sementara itu, Juru Bicara (Jubir) Naili-Ome menegaskan bahwa usai PSU, Wali Kota dan Wakil Wali Kota terpilih adalah milik seluruh masyarakat Kota Palopo.

“Tidak ada lagi sekat di antara pendukung. Ketika pasangan ini telah diberi amanah, maka mereka menjadi milik seluruh masyarakat Palopo. Kritik dan masukan tetap kami terima sebagai bentuk kontrol sosial. Jika perlu, kami turun langsung menindaklanjuti,” katanya.

Hal senada dikatakan Mutahir Sidu Alias Tato, selaku Ketua Tim Pemenangan Naili-Ome ia menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Kota Palopo yang telah mendukung hingga Paslon nomor 4 meraih suara terbanyak berdasarkan QC internal media center mengalahkan tiga Paslon lainnya.

“Tim kami merekap C hasil dari 260 TPS dengan perolehan 50,48 persen atau setara 47. 153 suara rakyat. Disusul paslon 2 Farid Kasim-Nurhaenih dengan perolehan 37,25 persen, kemudian nomor urut 3 Rahmat Masri Bandaso-Andi Tenri Karta 11,97 persen, dan terakhir Paslon nomor urut 1 Putri Dakka-Haidir Basir mendapat 276 suara,” ungkapnya

Lebih lanjut, Tato mengatakan ini adalah puncak kemenangan karena masyarakat Palopo terbukti menginginkan perubahan yakni Palopo Baru. “Saya sampaikan kembali untuk para tim, pendukung dan simpatisan untuk tetap fokus mengawal suara, dan menunggu hasil Pleno KPU,” pungkasnya. (rls/one)