MALILI.Lintera News | Aktivitas pengemasan beras di Gudang Bulog Maleku, Kecamatan Mangkutana, Kabupaten Luwu Timur dilakukan secara manual dan memberdayakan masyarakat sekitar.
Keberadaan gudang Bulog pun dianggap membawa dampak positif bagi warga sekitar.
Puluhan orang warga sekitar yang telah lanjut usia dan mengaku sulit mencari kerja, mengaku bersyukur diberdayakan Bulog.
Seperti disampaikan Irma (51), warga sekitar yang dijumpai usai mengenai beras SPHP di gudang Bulog Maleku, Minggu, 12 Oktober 2025.
Kata Irma, semenjak gudang Bulog Maleku berdiri dan beroperasi, banyak masyarakat merasakan manfaatnya.
Meski hanya menjadi buruh harian lepas, emak- emak yang usianya rata- rata di atas 50 tahun, itu tetap diberdayakan.
“Kami yang dipekerjakan sebagai buruh lepas di sini, itu usianya rata- rata di atas 50 tahun. Usia seperti kami ini, siapa lagi mau kasi kerjaan. Mau kerja di rumah makan juga susah diterima. Syukur ada Bulog yang masih mau terima dan kasi kami kerjaan seperti ini,” ucap Irma.
Kesempatan itu, Irma dan beberapa orang emak- emak di lokasi, menyinggung soal akun Facebook Ria Astuty dan media yang memposting video dan foto aktivitas pengemasan menginjak beras jatuh di terpal.
Mereka curhat postingan tersebut bisa berdampak ke mereka.
Penghasilan tambahan sebagai buruh harian lepas bisa hilang jika Bulog terdesak beralih ke mesin.
“Itu orang yang posting di Facebook, mereka mungkin tidak pikir nasib kami ini orang miskin. Kami ini tidak ada pekerjaan tetap, dipekerjakan Bulog sebagai buruh lepas saja sudah syukur. Hasil dari sini, Alhamdulillah cukup untuk tambahan kebutuhan sehari-hari dan jajan anak,” ungkap para emak- emak yang khawatir terdampak akibat postingan akun Facebook Ria Astuty dan akun media lainnya.
“Yang kerja disini ada yang janda anak tiga, ada yang anak empat. Dimana kami mau cari tempat kerja lagi kalau misalnya Bulog pake mesin,” curhat mereka dengan muka lesu usai kerja.
“Itu beras jatuh di atas terpal yang disebut dalam postingan diinjak- injak oleh kami, itu tidak dikemas. Beras yang jatuh di terpal, dikumpulkan ditempat lain, begitu juga dengan sebelumnya,”tutup Irma dan kawan- kawan.
Merespon curhat para pekerja, Kepala Gudang (Kqgud) Bulog Maleku, Darmawan, dengan nada sejuk menyampaikan bahwa para pekerja tetap akn diberdayakan.
“Sebenarnya kasihan juga mendengar curhat mereka (para buruh) yang berfikir sampai sejauh itu. Tapi, tidak mungkin juga kami mau sampai hati memutuskan mata pencarian mereka disini. Yang sudah terjadi tidak bisa dihindari, kita hanya bisa memperbaiki diri agar lebih baik lagi kedepannya. Setelah kejadian viral itu, kedepannya kami berencana mau adakan kelengkapan kerja seperti sepatu yang khusus dipakai di dalam tempat pengemasan,”ucap Awang.(***)

