LUWU UTARA ,Lintera News | Masyarakat Dusun Kapipe, Desa Bunga Pati, Kecamatan Tana Lili, Kabupaten Luwu Utara, menyampaikan keberatan terhadap pekerjaan proyek irigasi yang dikerjakan oleh PT Brantas.
Warga setempat menilai pelaksanaan proyek tersebut tidak memperhatikan kondisi dan kepentingan masyarakat yang tinggal di sekitar saluran irigasi.
Keluhan warga disampaikan kepada pemerintah desa setelah mereka merasakan dampak yang dinilai merugikan. Menurut warga, keberadaan proyek irigasi tersebut bukan memberikan manfaat yang dirasakan secara langsung, melainkan menimbulkan kekhawatiran karena air sering meluap hingga menyebabkan banjir dan genangan lumpur di sekitar permukiman.
Akibat meluapnya air dari saluran irigasi, sejumlah warga mengaku kesulitan beraktivitas. Bahkan, beberapa rumah warga terdampak genangan sehingga akses keluar masuk rumah menjadi terganggu karena kondisi jalan yang becek dan berlumpur.
Menindaklanjuti keluhan tersebut, dilakukan pertemuan antara masyarakat Dusun Kapipe dan pihak PT Brantas di Aula Kantor Desa Bunga Pati. Pertemuan itu dihadiri oleh Kepala Desa Bunga Pati, Bhabinkamtibmas, pihak PT Brantas, serta masyarakat setempat.
Dalam pertemuan tersebut, warga menyampaikan kekecewaan mereka terhadap perubahan titik atau desain pekerjaan yang sebelumnya telah disepakati bersama saat tahap perencanaan awal. Menurut masyarakat, sejak awal mereka telah menunjukkan titik yang dianggap tepat dan meminta agar tidak dilakukan perubahan. Namun, warga menilai pihak pelaksana proyek tidak mengindahkan masukan tersebut.
“Akibat perubahan yang dilakukan, kami yang merasakan dampaknya. Air meluap, halaman rumah menjadi becek dan berlumpur, serta aktivitas sehari-hari menjadi terganggu,” ungkap salah seorang warga dalam pertemuan tersebut.Rabu 10/6/2026
Salah satu perwakilan Warga juga menyampaikan bahwa sebelum proyek irigasi dilaksanakan, lingkungan mereka dalam kondisi baik dan tidak mengalami masalah banjir maupun lumpur seperti yang terjadi saat ini.
Mereka pun berharap pemerintah daerah dan para wakil rakyat tidak tinggal diam terhadap persoalan yang mereka hadapi. Warga meminta DPRD Kabupaten Luwu Utara segera memanggil pihak PT Brantas untuk memberikan penjelasan terkait perubahan desain atau titik pekerjaan yang dinilai menjadi penyebab munculnya berbagai keluhan masyarakat.
“Kami berharap ada langkah konkret dari pihak terkait untuk mencari solusi sehingga dampak yang dirasakan masyarakat dapat segera diatasi dan aktivitas warga kembali berjalan normal”.harapnya ( S.Soni)

