PALOPO, Lintera News | Sebuah unggahan yang viral di media sosial meminta agar pihak kepolisian segera menangkap pelaku judi di belakang Koramil Palopo, yang disebut-sebut telah mengganggu ketenangan warga sekitar.

Unggahan tersebut menyebutkan bahwa meskipun sudah beberapa kali didatangi, praktik perjudian itu tetap berlangsung, dengan klaim adanya oknum Bhabinsa yang terlibat dalam melindungi kegiatan tersebut.

Unggahan yang dibagikan oleh akun milik Riski Avipah pada Minggu, 17 November 2024, di grup Official Info Kota Palopo langsung mendapat perhatian publik. Namun, pemilik rumah yang disebut dalam unggahan tersebut membantah keras tuduhan itu dan menyebutnya sebagai informasi hoaks.

“Tempat ini adalah salah satu posko pemenangan calon wali kota Palopo, jadi memang ramai pada malam hari. Apa yang disampaikan di Facebook terkait judi online yang dibekingi oleh Babinsa itu tidak benar,” jelas Om Gugunk, pemilik rumah tersebut. Ia juga meminta agar unggahan yang menyebarkan informasi tidak benar itu segera dihapus.

Menurut Gugunk, posko tersebut memang sering ramai karena digunakan untuk kegiatan pemenangan salah satu calon wali kota Palopo. Ia menegaskan bahwa tidak ada aktivitas perjudian online di tempat tersebut.

“Ini adalah posko relawan untuk pasangan calon wali kota Palopo. Kalau malam memang ramai, tapi tidak ada perjudian yang terjadi di sini. Apalagi kalau sampai disebut dibekingi oleh Babinsa, itu sangat tidak benar,” tambahnya.

Sementara itu, Danramil Kota Palopo, Kapten Inf Agus Purwono, juga menanggapi pernyataan tersebut. Ia menegaskan bahwa tidak ada aktivitas perjudian di belakang Koramil Palopo. Menurutnya, area tersebut merupakan kebun ketahanan pangan, dan klaim adanya judi yang dibekingi oleh Babinsa sama sekali tidak berdasar.

“Dibelakang Koramil Kota itu adalah kebun ketahanan pangan. Tidak ada aktivitas perjudian di wilayah Koramil, apalagi sampai dikatakan dibekingi oleh Babinsa,” tegas Kapten Inf Agus Purwono.

Dengan klarifikasi dari berbagai pihak, diharapkan masyarakat dapat lebih bijak dalam menyaring informasi yang beredar di media sosial. ( F Suade )