PALOPO,Lintera News | Direktur Perumda Tirta Mangkaluku Kota Palopo menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat dan peserta aksi atas terjadi insiden penganiayaan kepada sejumlah mahasiswa yang melakukan aksi demonstrasi di depan kantor Perumda Tirta Mangkaluku Kota Palopo pada Senin, 02/11/2026

Permohonan maaf yang tulus tersebut secara resmi dan terbuka di dimuat di berbagai media sosial.

Ditengah permohonan maaf tulus dari Steven Hamdani selaku direktur Perumda TM Kota Palopo memuat berbagai respon salah satunya adalah Ahmad Hanifulla selaku Panglima GAM Luwu Raya kordinator aksi protes krisis air bersih dengan tuntutan utama evaluasi total terhadap sistem manajemen dan kinerja Perumda Tirta Mangkaluku Kota Palopo, serta pemberian kompensasi kepada masyarakat yang terdampak krisis air bersih di depan kantor Perumda TM Kota Palopo 02/11/2026.

Ahmad Hanifulla selaku Panglima GAM Luwu raya dengan senang hati menerima permohonan maaf tersebut namun proses hukum harus tetap berjalan.

“Permohonan maaf tersebut kami terima namun pelaku terduga melakukan penganiayaan terhadap mahasiswa GAM saat melakukan aksi demostrasi di depan Perumda TM palopo tidak bisa dibenarkan dan proses hukum harus tetap berjalan”.tegas Ahmad

ia juga menyayangkan sikap direktur Perumda TM Palopo yang terkesan inkompeten dan arogan.

“Dari insiden tersebut kami menilai sikap direktur Perumda TM Palopo terkesan inkompeten dalam melaksakan tugasnya sebagai pelayan publik dan melakukan pembinaan karyawan dalam menerima aspirasi masyarakat ditengah krisis air bersih yang terjadi di kota palopo”.jelasnya

GAM menegaskan Steven Hamdani harus mundur atau diberhentikan sebagai direktur Perumda TM Kota Palopo dan seluruh terduga melakukan penganiayaan terhadap kader GAM proses hukum harus tetap berjalan.(*)