*Merembes ke Area Pertanian, Mengancam Kesehatan dan Keselamatan Warga Towoti
JAKARTA Linteranews — PT. Vale Indonesia Tbk (PT Vale) kembali disorot publik bahkan Pimpinan Komite II DPD-RI, Andi Waris Halid angkat bicara setelah menerima laporan mengenai pipa minyak PT. Vale bocor dari staf khususnya di Tana Luwu, Abidin Arief. Dimana limbah minyak sudah mengalir ke sawah masyarakat, saluran irigasi, dan aliran sungai yang bermuara ke Danau Towuti.
Andi Waris Halid menegaskan kebocoran pipa pembuangan limbah minyak milik perusahaan raksasa yang terjadi di Dusun Molindowe, Desa Lioka, Kecamatan Towuti, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan (Sulsel) itu, berpotensi menimbulkan bahaya kesehatan dan keselamatan masyarakat. Adapun area pertaniaan yang terpapar limbah terancam gagal panen.
“Rembesan limbah minyak tentu menimbulkan rasa cemas karena sangat berbahaya bagi masyarakat. Limbahnya mengalir melalui saluran irigasi dan masuk ke area persawahan. Petani terancam gagal panen. Kejadian ini harus cepat ditangani sebelum jatuh korban jiwa,” tegas Andi Waris Halid, Minggu 24 Agustus 2025 kepada awak media.
Masih kata Andi Waris Halid, olehnya itu pentingnya keterbukaan informasi dari perusahaan dalam menangani insiden tersebut.
“Ini bukan hanya persoalan teknis. Kita berbicara tentang kesehatan dan keselamatan masyarakat, ketahanan pangan petani, dan kelestarian Danau Towuti yang memiliki nilai ekologis penting. Karena itu, PT Vale perlu memastikan penanganan dilakukan secara transparan dan akuntabel,” tegasnya.
Andi Waris Halid juga mendorong agar pemerintah daerah, instansi terkait, dan PT Vale dapat membentuk mekanisme pemantauan bersama yang melibatkan masyarakat, sehingga proses pemulihan bisa terukur dan mendapat pengawasan publik.
“DPD RI berkepentingan menjaga keseimbangan antara aktivitas industri dengan keselamatan rakyat dan kelestarian lingkungan. Kami mengapresiasi kepedulian masyarakat yang cepat melaporkan situasi ini, dan berharap semua pihak bisa bekerja sama demi pemulihan yang optimal,” tandasnya.
Seperti diketahui rembesan limbah minyak PT Vale terjadi sejak hari Sabtu 23 Agustus 2025. Sejumlah masyarakat Luwu Timur menilai kebocoran pipa akibat kelalaian perusahaan. Masyarakat berharap agar perusahaan bertanggungjawab dan bila perlu pihak berwenang menuntut pemulihan lingkungan. (***/one)


