“Aktualisasi Nilai-nilai Al-Qur’an dalam Kehidupan Sosial dan Kemasyarakatan Kota Palopo”
PALOPO LINTERA NEWS — Pemerintah Kota (Pemkot) Palopo bersama pengurus masjid menggelar peringatan malam Nuzulul Qur’an 17 Ramadan 1447 Hijriyah di Masjid Agung Luwu Palopo, Jumat 6 Maret, malam.
Momentum bersejarah ini tentunya menjadi refleksi mendalam atas turunnya wahyu pertama yang menjadi petunjuk bagi seluruh umat manusia.
Mengusung tema “Aktualisasi Nilai-nilai Al-Qur’an dalam Kehidupan Sosial dan Kemasyarakatan Kota Palopo” , peringatan ini menghadirkan sambutan Wali Kota Palopo yang disampaikan oleh Wakil Wali Kota Palopo, Akhmad Syarifudin.
Dalam kesempatan tersebut, disampaikan bahwa memperingati Nuzulul Qur’an bukan sekadar seremonial tahunan, melainkan momentum merefleksikan histori dan menggali kembali makna spiritual dari peristiwa agung tersebut.
“Salah satu makna yang termaktub dalam peristiwa Nuzulul Qur’an adalah bahwa Al-Qur’an diturunkan bukan saja untuk kaum muslimin, tetapi bagi seluruh umat manusia dan menjadi rahmat bagi seluruh alam,” ujar Akhmad Syarifudin mengawali sambutannya.
Mengutip firman Allah SWT dalam Surah Al Hujurat ayat 13, ia mengingatkan bahwa manusia diciptakan bersuku-suku dan berbangsa-bangsa agar saling mengenal. Karena itu, peringatan Nuzulul Qur’an menjadi momentum strategis untuk menyatukan semangat ukhuwah Islamiyah (persaudaraan sesama muslim) dan ukhuwah wataniah (persaudaraan sebangsa), khususnya di kalangan seluruh warga Kota Palopo.
Lebih dari itu, malam yang penuh berkah ini juga dimanfaatkan sebagai ajang muhasabah diri—merenungkan perjalanan hidup pribadi maupun pelaksanaan program pembangunan di daerah. “Kiranya melalui perenungan ini, pembangunan Kota Palopo ke depan dapat lebih baik, terarah, dan bermanfaat. Sesuai dengan slogan pemerintahan kita saat ini, yaitu mewujudkan ‘Palopo Baru’ ,” tegasnya.
Slogan “Palopo Baru” dimaknai sebagai upaya melakukan pembaharuan terhadap proses terdahulu yang dinilai belum sempurna, sambil tetap menjaga kesinambungan program-program kebaikan yang telah berjalan dan memiliki kemaslahatan bagi umat dan masyarakat.
Dalam kesempatan itu, Wakil Wali Kota juga menekankan pentingnya menjadikan Al-Qur’an sebagai landasan sosial bermasyarakat. Kitab suci ini bukan sekadar bacaan ritual, melainkan panduan komprehensif yang tidak hanya mengatur hubungan vertikal dengan Sang Pencipta (hablumminallah), namun juga mengatur harmonisasi sesama manusia (hablumminannas), bahkan dengan lingkungan alam sekitar.
Bagi Pemerintah Kota Palopo, peringatan Nuzulul Qur’an tahun ini dimaknai sebagai penguatan ikhtiar dalam mengayomi masyarakat.
“Kami berkomitmen mewujudkan tatanan kehidupan yang lebih sejahtera lahir dan batin melalui pemerataan pembangunan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat tanpa diskriminasi,” jelasnya.
Mengakhiri sambutannya, Akhmad Syarifudin mengajak seluruh masyarakat untuk membudayakan dan istiqamah membaca, mendalami, dan yang terpenting mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini sejalan dengan sabda Rasulullah SAW: “Khaerukum Man Ta’allamal Qur’ana wa ‘Allamah” (Sebaik-baik orang di antara kamu adalah yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya).
“Pesan dan harapan saya pada kesempatan yang mulia ini, semoga kita semua termasuk hamba-hamba yang cinta kepada Al-Qur’an, dan kelak mendapatkan syafaat atas kecintaan tersebut. Amin Ya Rabbal Alamin,” tutupnya.
Peringatan Malam Nuzulul Qur’an di Masjid Agung Luwu Palopo berlangsung dengan penuh kekhusyukan, dihadiri oleh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), para kepala organisasi perangkat daerah (OPD), tokoh agama, tokoh masyarakat, serta ribuan jamaah yang memadati masjid kebanggaan warga Palopo tersebut. (rls)

