PALOPO LINTERA NEWS — Kendati sering diguncang dengan kasus ijazah paket C, namun calon Wali Kota Palopo Trisal Tahir tetap tabah dan tenang menghadapinya. Hingga akhirnya keadilan berpihak kepadanya. Statusnya sebagai tersangka kini dicabut oleh pihak Kepolisian Polres Palopo, 28 Oktober 2024. Itu artinya Trisal Tahir kian fokus mewujudkan Palopo Baru.

Surat mengenai status tersangka dicabut beredar luas di facebook maupun grup WhatsApp. Disebutkan bahwa Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) Bawaslu Sulsel juga memutuskan untuk tidak melanjutkan laporan tindak pidana pemilu terkait dugaan ijazah paket C calon Wali Kota Palopo yang pernah dilaporan Sulaiman Nus’an Hasli. Diketahui pula, pencabutan status tersangka dikemas dalam ketetapan nomor: SPKST/58.a/X/Res.1.24/2024/RESKRIM tanggal 28 Oktober 2024, ditandatangani Kasat Reskrim Polres Palopo AKP Ahmad A. SH.,MH.

“Keputusannya sudah diumumkan, itu setelah laporan dari Bawaslu Kota Palopo dinyatakan tak cukup bukti sehingga proses hukumnya tidak ditindaklanjuti. Jadi beliau (Trisal Tahir. Red) tak lagi tersangka,” ungkap Haedar Djidar, juru bicara Pasangan Calon (Paslon) Trisal Tahir – Akhmad Syarifuddin Daud (Ome), Selasa 29 Oktober 2024.

Haedar juga berpesan agar masyarakat terus memberikan semangat guna menghadapi pesta demokrasi Pilwalkot Kota Palopo 2024. “Yang pasti, keputusannya sudah jelas bahwa Trisal Tahir tidak terbukti. Mari kita bersatu mendukung nomor urut 4 agar Palopo Baru terwujud demi kesejahteraan masyarakat,” ucapnya.

Sementara itu, hingga berita ini terbit, terkait pencabutan status tersangka Trisal Tahir, Kapolres Palopo AKBP Safi’i Nafsikin, saat dihubungi Lintera News melalui via WhatsApp sekira pukul 21.57 (Selasa 29 Oktober 2024) malam belum membalas, demikian Kasi Humas Polres Palopo, AKP Supriyadi, juga belum memberikan tanggapan.

Seperti diketahui, dari laporan harta kekayaan calon kepala daerah yang dirilis LHKPN KPK, Trisal Tahir memiliki harta mencapai Rp981 miliar. Pengalamannya tak diragukan 20 tahun di industri maritim. Memimpin 4 perusahaan pelayaran dengan operasi internasional di negara Siprus, Yunani, dan Filipina. Bahkan memegang posisi penting di perusahaan maritim, berkantor pusat di Negara Namibia dan Afrika Selatan. (one/syahrir)