LUWU .Lintera News | Penjemputan pasangan bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Luwu, PATA – DEVHY, yang dilakukan oleh tim pemenangan, keluarga, kerabat, dan simpatisan, menggebrak suasana di Kabupaten Luwu. Penjemputan berlangsung di dua lokasi, yaitu di Batulappa, yang merupakan batas Kabupaten Luwu dengan Wajo, dan di Jembatan Miring, yang menjadi batas wilayah Kota Palopo dengan Walmas.
Setelah penjemputan di Batulappa, pasangan bakal calon PATA – DEVHY diantar ke kediaman H. PATAHUDDIN untuk istirahat sejenak dan makan siang. Usai makan, H. PATAHUDDIN memberikan sambutan kepada pendukung dan simpatisan yang telah menunggu.
Dalam sambutannya, H. PATAHUDDIN mengungkapkan rasa terima kasih kepada semua yang telah menyambut mereka di perbatasan dan menyatakan keinginan untuk membawa perubahan di Kabupaten Luwu. Sementara itu, DEVHY menyoroti masalah kemiskinan di Kabupaten Luwu yang menurut data BPS berada di peringkat lima termiskin di Sulawesi Selatan. “Kita semua yang hadir di sini tentunya ingin perubahan di Kabupaten Luwu,” ujar DEVHY di hadapan ribuan relawan. “Kita ingin Kabupaten Luwu keluar dari ‘juara’ kemiskinan.”
Setelah sambutan, pasangan PATA – DEVHY bersama ribuan relawan melanjutkan konvoi menuju Walmas untuk ke kediaman DEVHY BIJAK. Di sana, ribuan relawan siap menyambut mereka. Salah seorang orator dari mobil komando menyampaikan bahwa kehadiran relawan dan simpatisan di Walmas untuk menjemput PATA – DEVHY adalah murni karena kesadaran pribadi, tanpa bayaran atau biaya transport.
Tim Juru Bicara PATA – DEVHY, Asri Yusuf, menyatakan bahwa penjemputan ribuan massa simpatisan di Batulappa dan Jembatan Miring menunjukkan kerinduan masyarakat akan pemimpin yang dapat membawa perubahan di Kabupaten Luwu. Kedatangan PATA – DEVHY memberikan semangat baru bagi masyarakat dalam menghadapi pilkada dan menjadi gerakan “Moral Force”, kata Asri.(***)


