WALMAS.Lintera News | PP IPMIL kembali angkat megaphone, Jumat, 21 Februari 2025.

Aksi demontrasi yang digelar di pertigaan poros Bosso, atau jalan masuk ke Kantor Kecamatan Walenrang Utara (Walut) Kabupaten Luwu, sempat membuat macet Trans Sulawesi Bosso.

Namun kesiagaan anggota kepolisian Polsek Walenrang di BKO Polsek Lamasi dan Polres Luwu yang dipimpin langsung Kabag Ops AKP Ahmad SSos, mampu menjaga arus laulintas sehingga transportasi darat tetap berjalan lancar serta stabilitas keamanan berjalan kondusif.

Estimasi kekuatan massa berkisar 10 orang dibantu sond sistem dan spanduk yang bertuliskan “Mosi Camat Walut”.

Sebelum diterima Camat Walut, Kasmal SPd MSi di ruang pertemuan kecamatan, pendemo berorasi di poros trans Sulawesi Bosso.

Bakar ban bekas dengan spanduk terlentang dibawa tanah, pendemo menuntut tujuh poin untuk dipertanggungjawabkan Kasmal selaku camat.

Inti dari orasi yang disampaikan Jendral Lapangan (Jendlap) Deil, yakni meminta kepada Bupati untuk segera mengevaluasi Camat Walut.

Dimana Camat dimulai telah menyalahgunakan kewenangannya selaku aparat sipil negara.

“Jika tuntutan kami tidak segera ditindaklanjuti maka maka masalah ini akan kami bawa sampai ke kabupaten bahkan sampai ke provinsi,” tegas Deil, pagi tadi.

Setelah Satu jam berorasi, pendemo diminta masuk ke kantor kecamatan untuk bertemu dengan Camat.

Meski belum ada kesepakatan dalam pertemuan tetapi Tomakaka Siteba yang juga Kanit Intel Polsek Walenrang, Aiptu Yoran Pallawa, menengahi pertemuan dengan mengajak Camat serta pihak-pihak terkait untuk kembali duduk bersama membicarakan persoalan yang ada termasuk tuntutan para mahasiswa.

“Mau tidak mau, suka atau tidak, intinya kesepakatan musyawarah itulah hukum tertinggi di dunia ini. Makanya, mari kita bicarakan kembali dengan duduk bersama agar masalah ini sama-sama bisa kita selesaikan dengan baik tanpa ada yang dirugikan,” tegas Yoran Pallawa.(itng)