JENEPONTO.Linteranews.com ] Orang tua pasien di ruang perawatan anak lontaran 6 lantai II Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lanto Dg Pasewang, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, meminta kepada pihak rumah sakit untuk menyediakan ayunan.

Menurut Murni, salah satu orang tua pasien yang anaknya dirawat mengatakan, ayunan yang biasanya digunakan untuk menidurkan bayi atau bayi dianggap sangat relevan.

“Bagus kalau ada ayunan bayi, supaya itu anak tidak rewel ki,” ucapnya.

Namun permintaan itu justru menimbulkan efek samping bagi bayi atau balita. Pasalnya, apabila balita sedang sakit, tidak disarankan untuk diayun.

Apalagi, kalau minum susu sambil diayun bisa berisiko tersendat. Hal itu disampaikan oleh kepala ruang perawatan anak, Safrini Handayani.

“Itu ayun sebenarnya tidak di sarankan lagi bagi anak-anak. Karena kalau demam terus diayun bisa kejang kalau tinggi demamnya. Terus, kalau minum susu sambil ayun bisa tersendat,” katanya, Minggu (1/10/2023).

Meski demikian, pihaknya tidak melarang apabila ada orang tua pasien yang membawa ayunan dari rumah, asalkan ayunan yang memiliki stand.

Meski sudah membawa ayunan, namun perawat atau dokter harus terlebih dahulu mengecek kondisi kesehatan pasien itu sendiri.

Orang tua pasien tidak diperbolehkan mengambil langkah tersendiri tanpa ada instruksi dari dokter maupun perawat.

“Harus dilihat kondisi pasien, apakah memungkinkan untuk diayun atau tidak,” ungkapnya.

Ia tak menampik bahwa bayi atau balita sangat rewel ketika sedang sakit. Cara orang tua untuk mendiamkan sang buah hati, dengan cara diayun.

Namun, saat dirawat di rumah sakit orang tua pasien lebih disarankan untuk menggendong atau memangku bayinya, tanpa harus diayun.

“Kami lebih menyarankan ibu-ibu yang anaknya lagi rewel itu di gendong atau di ajak main, misalnya diajak bicara, atau ngomong. Supaya bisa diam,” pungkasnya.( R.Tompo )