MALANGKE, Lintera News |  Kurang lebih dua bulan menjabat sebagai Kapolsek Malangke, IPTU Darni dinilai masyarakat sebagai sosok pemimpin yang responsif, amanah, dan dekat dengan warga dalam menjalankan tugas serta tanggung jawab yang diembannya.

Dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, IPTU Darni bersama personel Polsek Malangke, Polres Luwu Utara, kembali melaksanakan kegiatan gotong royong berupa pembersihan lingkungan, pengecatan pagar, penataan halaman Mapolsek Malangke, serta pembenahan sejumlah aset dan bangunan yang ada di lingkungan kantor polisi tersebut.

Kegiatan tersebut turut mendapat dukungan dari sejumlah warga Desa Malangke dan Desa Tolada yang ikut berpartisipasi dalam upaya menjaga dan merawat fasilitas publik sebagai bentuk kebersamaan antara Polri dan masyarakat.

Pada Jumat (19/06/2026), IPTU Darni menjelaskan bahwa tugas kepolisian tidak hanya sebatas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga hadir membantu warga yang membutuhkan, termasuk saat terjadi bencana alam.

Menurutnya, Polsek Malangke selama ini aktif mendampingi serta membantu masyarakat yang terdampak banjir di wilayah Kecamatan Malangke. Bersama Pemerintah Daerah, BNPB, BPBD, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, serta TP PKK Desa Tolada, pihaknya turut menyalurkan bantuan logistik kepada warga yang terdampak banjir.

Bantuan tersebut diberikan kepada masyarakat yang berada di Dusun Lumu-Lumu dan Dusun Talagonggo, Desa Tolada, yang merupakan wilayah hukum Polsek Malangke dan termasuk daerah yang terdampak banjir.

Tidak hanya itu, sosok Kapolsek perempuan tersebut juga dikenal mengedepankan pendekatan humanis dalam menjalankan tugas sebagai pengayom, pelindung, dan pelayan masyarakat. Melalui berbagai kebijakan yang diterapkan, IPTU Darni berupaya menghadirkan penegakan hukum yang berkeadilan serta mengutamakan penyelesaian masalah secara kekeluargaan.

Berdasarkan laporan masyarakat yang masuk selama kurang lebih dua bulan dirinya menjabat sebagai Kapolsek Malangke, IPTU Darni mengungkapkan bahwa sedikitnya lima perkara berhasil diselesaikan melalui mekanisme mediasi dan penyelesaian secara damai dengan mengedepankan prinsip restorative justice atau keadilan restoratif.

“Selama kurang lebih dua bulan menjabat, sudah ada lima kasus yang berhasil diselesaikan secara damai melalui pendekatan kekeluargaan dengan tetap mengedepankan aturan hukum yang berlaku,” ujar IPTU Darni.

Berbagai langkah dan program yang dijalankan tersebut menunjukkan komitmen IPTU Darni dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri, sekaligus memperkuat sinergi antara kepolisian dan masyarakat dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta semangat gotong royong di wilayah Kecamatan Malangke.(*)