LUWU TIMUR, Linteranews – Kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Luwu Timur, Ibas–Puspa, kembali menjadi sorotan publik pasca pernyataan resmi pemerintah daerah yang menyebut angka pengangguran dan kemiskinan di Kabupaten Luwu Timur mengalami penurunan signifikan.Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Luwu Timur pada Selasa (24/02/2026).

Pernyataan tersebut menuai beragam tanggapan dari sejumlah aktivis dan elemen masyarakat. Mereka menilai klaim tersebut perlu dibuktikan dengan kondisi riil di lapangan, karena dinilai belum sepenuhnya mencerminkan situasi sosial yang dirasakan sebagian warga.

Sorotan itu menguat setelah muncul peristiwa di Desa Harapan, Kecamatan Malili. Seorang warga yang berprofesi sebagai petani dilaporkan ke pihak kepolisian setelah diduga merusak papan bicara (plan) yang terpasang di wilayah tersebut. Laporan itu disebut diajukan oleh Pemerintah Kabupaten Luwu Timur.

Kasus tersebut memicu diskusi publik. Sejumlah aktivis menilai langkah pelaporan terhadap warga kecil, khususnya yang menggantungkan hidup dari sektor pertanian, berpotensi menambah beban sosial baru apabila tidak disikapi secara bijak,sesuai dengan slogan Masyarakat Biasa yang artinya semua persoalan yang melibatkan masyarakat kecil dapat diselesaikan secara pendekatan dan humanis

“Di satu sisi pemerintah menyampaikan angka kemiskinan dan pengangguran menurun, namun di sisi lain muncul kasus warga pencari nafkah yang justru berhadapan dengan proses hukum. Ini menjadi paradigma yang perlu dijelaskan secara terbuka kepada publik,” ujar Nasrum Naba

Menurutnya, kebijakan pemerintah seharusnya mengedepankan solusi yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat, terutama bagi petani yang menggantungkan hidup pada lahan garapan. Apalagi, sektor pertanian masih menjadi salah satu tulang punggung ekonomi bagi masyarakat di sejumlah wilayah Kabupaten Luwu Timur.

“Jangan sampai kebijakan yang diambil justru mempersulit petani. Pemerintah semestinya menghadirkan solusi pemberdayaan, karena pertanian hingga kini tetap menjadi penopang utama ekonomi masyarakat Luwu Timur.”tegas Nasrum (*)