LUWU UTARA.Lintera News | Berdasarkan pantauan wartawan Linteranews, Muhammad Yusuf, yang berada di lokasi, sejumlah rumah, rumah ibadah, serta bangunan pemerintah di Desa Lembang-Lembang, Kecamatan Baebunta Selatan, terendam banjir akibat luapan sungai Rongkong. Kejadian ini semakin diperburuk dengan longsornya tanggul yang ada di hulu sungai tersebut.
Kepala Desa Lembang-Lembang, Arwis, mengungkapkan bahwa hujan deras yang terus mengguyur wilayah hulu sungai Rongkong sering kali menyebabkan aliran air meluap dan masuk ke pemukiman.
“Kami selalu mengingatkan warga melalui media sosial dan rumah ibadah agar tetap waspada terhadap kiriman air dari hulu sungai Rongkong. Terlebih lagi dengan kondisi tanggul yang longsor, kami selalu mendapatkan kiriman air banjir,” ujar Arwis.
Ia menambahkan, Sebagai pemerintah desa, kami mengimbau warga untuk tetap tenang dan berhati-hati, namun kami juga berharap agar pemerintah daerah, DPRD Luwu Utara, serta pemerintah provinsi dan pusat dapat memberikan perhatian lebih terhadap kondisi kami. Kami sangat membutuhkan uluran tangan untuk menangani masalah banjir ini.
Arwis juga menyampaikan, bahwa dampak banjir sangat dirasakan oleh masyarakat, terutama bagi petani jagung yang ladangnya terendam.
“Banjir telah menghapus hasil pertanian kami, dan kami kesulitan mencari nafkah,” ujarnya dengan penuh harap.
Wartawan Linteranews yang menemui Arwis di lapangan juga merasakan keprihatinan mendalam atas kondisi yang dihadapi oleh masyarakat Desa Lembang-Lembang. Harapan besar disampaikan oleh pemerintah desa agar ada perhatian serius dari instansi terkait.
Selain itu, Arwis menghimbau kepada pengguna jalan yang melintas di kawasan tersebut untuk berhati-hati, karena beberapa warga terpaksa mengungsi akibat banjir yang semakin meluas. “Kami berharap pihak terkait segera mengambil langkah untuk mencegah kiriman air dari sungai Rongkong yang terus menerus mengancam kami,” ujar Arwis.
Dengan kondisi ini, warga Desa Lembang-Lembang berharap bisa hidup tenang tanpa khawatir akan datangnya banjir dari sungai Rongkong, yang selama ini merusak lahan pertanian mereka dan mengganggu kehidupan sehari-hari.(Yusup)


