PALOPO,Lintera News | Sejumlah mahasiswa dari aliansi Gerakan Aktivis Mahasiswa (GAM) Luwu Raya melakukan demonstrasi di depan Kantor PDAM, Kota Palopo, Sulawesi Selatan (Sulsel). Demonstrasi tersebut berujung perkelahian antar mahasiswa dengan pegawai PDAM.

Peristiwa tersebut terjadi di depan Kantor PDAM Tirta Mangkaluku, Kelurahan Murante, Kecamatan Mungkajang, Palopo pada Senin (2/11/2026) sekitar pukul 11.27 Wita. Kejadian bermula ketika massa aksi melakukan demonstrasi dengan melakukan tetrikal di depan pintu gerbang PDAM.

“Jadi kami awalnya datang dan orasi sembari kami melakukan teatrikal dengan menggunakan ember dan timba sebagai bahan teatrikalnya,” kata Ketua GAM Luwu Raya, Ahmad Hanifullah kepada awak media Senin (2/11).

Ahmad menuturkan, dalam aksi tersebut massa aksi membawa dua tuntutan utama, yakni evaluasi direksi PDAM dan pemberian kompensasi kepada pelanggan. Dia menyebut, tuntutan itu didasari atas kegelisahan kondisi masyarakat Palopo saat ini.

“Kami datang menuntut agar adanya kompensasi pembayaran, kita ketahui saat ini semenjak kekeringan air tidak jalan, dan kami meminta adanya kompensasi untuk pelanggan disitu,” ucapnya.

“Namun baru sekitar 3 orator yang menyampaikan aspirasinya, tiba-tiba seorang pegawai PDAM datang menendang ember teatrikal massa,” sambungnya.

Ahmad menjelaskan, massa kemudian tetap melanjutkan aksinya dengan membakar ban. Dan saat itulah, tiba-tiba sejumlah pegawai PDAM datang dan terjadilah aksi saling dorong dan pemukulan.

“Sekitar 10 massa aksi yang dipukul, bahkan ada yang memar diwajah dan bekas cakar di leher,” bebernya.

Ahmad mengungkapkan, pihaknya saat ini telah melakukan visum dan akan melaporkan pihak PDAM ke Polres Palopo. Tambahnya, dia mengecam aksi anarkisme yang dilakukan oleh pegawai PDAM.

“Hampir semua pegawai PDAM yang baju biru melakukan pemukulan, ada juga beberapa dari tim lapangannya yang baju kaos. Dan itu sudah masuk aksi anarkisme,” tutupnya.(*)