PALOPO,Lintera News | Pasca Viral nya Video aksi protes penolakan pengisian kendaraan roda empat dan lebih mengutamakan melayani pengisian Jeriken di SPBU Sawerigading Kota Palopo pada Senin Pagi 14/6/2026
Viral nya video tersebut menuai pertanyaan besar atas kehadiran seorang pria berpakaian hitam dengan topi putih yang memberikan klarifikasi kepada seorang pengendara pembuat video viral
Tak sedikit warga mempertanyakan siapa pria misterius yang tiba-tiba muncul bak sebagai pihak manajemen dalam memberikan klarifikasi terkait pelayanan di SPBU Sawerigading.
Dalam penelusuran awak media ini ,Sosok pria tersebut di ketahui akrab disapa Pak Yudi .Ia dikenal sebagai salah satu pemilik barkot Nelayan yang mengisi di SPBU Sawerigading .
Penelusuran Lintera News tidak berhenti pada kemunculan Pak Yudi dalam video viral tersebut.Dari hasil penelusuran di lokasi ,menyebutkan bahwa yang bersangkutan disebut rutin melakukan pengisian Solar Subsidi di SPBU Sawerigading menggunakan kendaraan motor gerobak.
Kendaraan tersebut disebut membawa sejumlah jeriken dalam setiap aktivitas pengisian.Bahkan jumlah jeriken yang dibawa disebut mencapai puluhan dan itu berlangsung setiap hari
“Puluhan Jeriken tiap hari na isi itu pak Yudi di SPBU Sawerigading ” ujar Salah satu sumber yang enggan di sebutkan namanya
Usai melakukan pengisian di SPBU, Solar Subsidi tersebut kemudian dibawa menuju ketempat penampungan di sekitar area Kantor Syabandar Lama
” Biasa itu,Solarnya na bawah ke Kantor Syabandar Lama ” jelasnya
Sementara itu Kordinator Luwu Raya LSM Progress meminta kepada Aparat Kepolisian Polres Palopo memeriksa rekomendasi nelayan yang di kendalikan oleh Pak Yudi.
“Kami dengan tegas meminta kepada APH Polres Palopo agar memeriksa Surat rekomendasi nelayan yang dikendalikan pak Yudi karena sudah sangat mencurigakan tiap hari mengisi puluhan jerigen Solar Subsidi “tegasnya
Menurutnya, hal tersebut sudah tidak wajar sebab di barkot Nelayan sangat jelas jumlah kuota pengisian Solar dalam sebulan sehingga patut dicurigai ada permainan dalam pengisian puluhan jeriken dalam perhari
” Sangat tidak wajar sebab di barkot Nelayan sangat jelas jumlah kuota pengisian Solar dalam sebulan sehingga patut dicurigai ada permainan dalam pengisian puluhan jeriken dalam perhari” tutup Ahmad .(*)


