PALOPO,Lintera News | Viral di Media Sosial ,seorang pengendara mobil melayangkan aksi protes terhadap manajemen SPBU Sawerigading, Kota Palopo, setelah dirinya ditolak saat hendak mengisi bahan bakar minyak (BBM), Senin (14/9/2026) pagi.

Peristiwa tersebut terjadi di SPBU 74.919.84 Sawerigading yang berlokasi di Jalan Yos Soedarso, Kelurahan Batupasi, Kecamatan Wara Utara, Kota Palopo, Sulawesi Selatan.Aksi protes terekam dalam sebuah rekaman video berdurasi 2 menit 55 detik yang diambil langsung oleh Yusuf.

Dalam rekaman tersebut, Yusuf meluapkan kekecewaannya karena pihak SPBU menolak memberikan layanan pengisian BBM kepada kendaraan roda empat miliknya dan memintanya untuk pergi.

“Dek tadi kita katakan bahwa ini khusus nelayan ya dan mobil tidak di layani ,jadi dia tidak melayani tetapi khusus melayani nelayan disini Pertamina nya”ucapnya bertanya

Rekaman Video tersebut memperlihatkan antrean di depan mobil Yusuf didominasi oleh dua unit motor gerobak yang mengangkut puluhan jeriken.

Selain itu,Yusuf sempat berinteraksi dengan pengendara motor gerobak untuk memastikan apakah puluhan jeriken yang dibawa berisi solar yang diperuntukkan bagi para nelayan.

Ia pun kemudian menghampiri dan menegaskan kembali alasan penolakan tersebut kepada seorang operator wanita yang berdiri di samping nosel pengisian.

Merespons pertanyaan tersebut, sang operator membenarkan bahwa prioritas pengisian saat itu ditujukan untuk nelayan sambil menunjukkan lembaran kertas yang ditengarai merupakan surat rekomendasi resmi.

Namun suasana memanas ketika seorang pria berpakaian hitam dan bertopi putih tiba-tiba mendekati motor gerobak. Pria tersebut bertindak seolah mewakili pihak manajemen SPBU.

“Diutamakan dulu nelayan pak, baru mobil,” cetus pria misterius tersebut singkat ke arah kamera.

Kemunculan pria ini langsung memicu tanda tanya besar dari warga mengenai kapasitasnya di SPBU Sawerigading tersebut apakah ia manajer, pemilik SPBU, atau justru bagian dari sindikat pelangsir ber moduskan rekomendasi nelayan.

Insiden ini langsung memantik reaksi keras dari Pusat Bantuan Hukum (PBH) Andi Djemma. Lembaga hukum tersebut menyoroti bahwa kelangkaan BBM yang kerap terjadi di wilayah Luwu Raya disinyalir kuat akibat ulah mafia BBM yang memanfaatkan celah regulasi.

“Hal ini mesti diusut, untuk memastikan tidak ada penyalahgunaan. Selama ini, kami menduga oknum pelangsir dengan modus menggunakan kode batang serta surat rekomendasi peruntukan nelayan atau petani. Dari hasil itu, BBM diambil oleh transportir ilegal dan dijual ke industri tambang, termasuk tambang ilegal,” tulis PBH Andi Djemma dalam keterangan resminya.

Di sisi lain, pihak manajemen SPBU Sawerigading membantah tudingan Video Viral yang buat oleh pengendara Yusuf. Guna menyelesaikan persoalan ini secara hukum dan mencegah meluasnya disinformasi, manajemen langsung mengambil langkah cepat.

“Kami telah memberikan klarifikasi resmi ke Polres Palopo pagi tadi,” ujar pihak pengelola dalam keterangan tertulisnya, Senin (14/9/2026). Melalui langkah ini, pihak SPBU berharap tidak ada lagi polemik maupun spekulasi liar di ruang publik terkait distribusi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.

Pihak manajemen memastikan bahwa operasional pelayanan untuk kendaraan roda dua maupun roda empat tetap berjalan normal setiap hari. Jam operasional SPBU Sawerigading dimulai sejak pukul 06.00 WITA hingga pukul 21.00 WITA, dan tetap terbuka melayani masyarakat umum selama mematuhi regulasi yang berlaku.

Menurut penjelasan Andra selaku Admin SPBU Sawerigading, peristiwa yang memicu aksi protes Yusuf Pembonan tersebut terjadi pada Sabtu 12/9/2026 pagi lalu. Kejadian bermula ketika yang bersangkutan datang menggunakan mobil Toyota Fortuner dan bersikeras ingin mengisi BBM jenis solar subsidi. Berdasarkan aturan ketat dari pemerintah, kendaraan jenis SUV mewah tersebut diwajibkan menggunakan bahan bakar non-subsidi jenis dexlite.

“Jadi tidak benar jika yang bersangkutan tidak dilayani. Fakta sebenarnya adalah Pak Yusuf hendak mengisi solar subsidi, sementara kendaraan Fortuner miliknya wajib menggunakan dexlite, tetapi ia tetap meminta diisikan solar,” kata operator SPBU Sawerigading, Nova yang saat itu melayani yang bersangkutan.

Nova menambahkan, tindakannya yang menolak pengisian solar subsidi untuk kendaraan tersebut sudah sesuai dengan SOP agar penyaluran BBM bersubsidi tepat sasaran. Pembatasan ini dilakukan karena kuota solar yang diterima SPBU Sawerigading sangat terbatas, yakni hanya 8 ton per hari.(*)