LUWU UTARA ,Lintera News | Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Andi Djemma Masamba, Luwu Utara, dr. Nasrul, memberikan klarifikasi terkait penggunaan dana sebesar Rp 365 juta untuk biaya perawatan fasilitas rumah sakit.
Menurut dr. Nasrul, dana tersebut merupakan realisasi anggaran untuk kebutuhan pemeliharaan seluruh fasilitas di rumah sakit.
“Dana Rp 365 juta itu adalah realisasi. Sebenarnya, kalau kita mau hitung-hitungan, dana sebesar itu tidak cukup untuk 42 gedung utama dan lebih dari 100 unit AC yang ada di rumah sakit”ujar dr.Nasrul
Ia pun menjelaskan bahwa pemeliharaan tidak hanya mencakup perawatan AC, tetapi juga seluruh fasilitas rumah sakit, termasuk toilet yang mengalami penyumbatan, keramik yang pecah, jalan yang rusak, serta peralatan kantor. Semua kebutuhan tersebut harus dibiayai dari anggaran perawatan yang terbatas.
“Bukan hanya AC. Toilet yang buntu, keramik yang pecah, jalan yang rusak, hingga peralatan kantor, semuanya termasuk dalam perawatan. Bahkan, jika anggarannya Rp 1 miliar, mungkin masih belum cukup, tegasnya
Nasrul berharap agar ke depan, anggaran perawatan RSUD Andi Djemma dapat ditingkatkan untuk memenuhi kebutuhan pemeliharaan yang terus meningkat.
“Kami berharap anggaran perawatan itu di atas Rp 1 miliar agar fasilitas rumah sakit dapat terjaga dengan baik dan pelayanan kepada masyarakat semakin optimal.tambahnya
RSUD Andi Djemma Masamba merupakan salah satu fasilitas kesehatan utama di Kabupaten Luwu Utara yang melayani ribuan pasien setiap tahunnya. Dengan kondisi fasilitas yang terus memerlukan perawatan, peningkatan anggaran dianggap menjadi kebutuhan mendesak agar rumah sakit tetap memberikan pelayanan terbaik ( S.Soni)


