LUWU UTARA ,Lintera News | Proyek pembangunan irigasi di Desa Bungapati, Kecamatan Tanalili, Kabupaten Luwu Utara, yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), diduga dikerjakan tidak sesuai spesifikasi. Proyek tersebut dilaksanakan oleh PT Brantas Abipraya
Informasi yang beredar juga menyebut adanya dugaan keterlibatan salah satu oknum anggota DPRD Kabupaten Luwu Utara dari Dapil 3, sebagai subkontraktor dalam proyek itu.
Saat dikonfirmasi awak media melalui pesan WhatsApp, Anggota DPRD Luwu Utara ,Suaib membenarkan keterlibatannya dalam proyek tersebut.
“Oh iye, saya yang berhubungan sama PT Brantas, dan saya mitra dengan vendor lokal supaya ada kerja untuk teman-teman.Untuk lebih jelasnya, silakan hubungi pengawas PT Brantas dan pengawas vendor selaku Subcont terkait proyek irigasi itu.”ujar Suaib (21/11/2025)
Terpisah aat di konfirmasi awak media, Adnan selaku pengawas PT Brantas Abipraya, untuk kemudian meminta penjelasan terkait dugaan pengerjaan proyek yang dianggap “asal-asalan” atau tidak sesuai gambar (RAB).Ia menepis tudingan tersebut dan menejelaskan bahwa pekerjaan di lapangan dilakukan sesuai arahan teknis.
“Iye pak, apa yang dilaksanakan di lapangan dalam pengawasan saya. Sejauh ini pelaksanaan sudah sesuai dengan patokan yang sudah kami pasang,” ungkapnya.
Adnan juga membuka ruang untuk perbaikan jika ditemukan kekurangan.
“Jika ada kekurangan yang mungkin terlepas dari pengawasan saya, mohon disampaikan. Saya akan instruksikan untuk perbaikannya.Untuk ukuran yang kurang, saya sudah instruksikan untuk mengikuti dimensi yang ada, dan saya akan monitor langsung perbaikannya.”terang Adnan
Sementara itu ,Ketua Forum Komunikasi LSM-PERS Kabupaten Luwu Utara menanggapi dugaan ketidaksesuaian pengerjaan proyek tersebut. Ia mengingatkan PT Brantas Abipraya agar bekerja sesuai gambar kerja (bestek).
“Kami harap PT Brantas bekerja dengan benar sesuai gambar atau bestek. Jangan ugal-ugalan sehingga mengabaikan petunjuk teknis,” ujarnya.
Ia menilai bahwa pengerjaan yang tidak sesuai spesifikasi berpotensi menurunkan kualitas bangunan serta menimbulkan kerugian negara.
“Jika dikerja asal-asalan, pasti hasilnya tidak maksimal, kualitas bangunan tidak bermutu, volume pekerjaan tak sesuai, dan bisa berdampak pada kerugian negara.”tegas Marwan
Marwan yang dikenal kritis dalam menyuarakan aspirasi rakyat ,menegaskan akan terus memantau sejumlah paket proyek irigasi di berbagai titik di wilayah tersebut.
“Kami komitmen untuk terus memantau jalannya proyek ini,jika dalam proses pelaksanaannya terdapat penyimpangan ,maka kami tanpa pandang bulu akan melayangkan laporan resmi ke aparat penegak hukum ” tutupnya. (S.Soni)

