
PALOPO,Lintera News | Pengisian BBM Solar Bersubsidi di SPBU Sawerigading, Kelurahan Pontap ,Kecamatan Wara Timur Kota Palopo kembali menuai sorotan tajam .
Sorotan muncul saat pemilik puluhan jeriken melakukan pengisian BBM pada Senin pagi (20/07/2026). Aktivitas tersebut diduga kuat tidak sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku di Pertamina.
Pasalnya, terlihat pengisian solar bersubsidi ke puluhan jeriken di SPBU Sawerigading dilakukan tanpa penanganan oleh operator resmi. Selain itu, nozel pengisian tampak dikuasai dan dioperasikan oleh pemilik jeriken.
Selain itu ,berdasarkan informasi yang dihimpun wartawan Linteranews.com di lokasi, salah satu bentor dikabarkan masuk ke area SPBU Sawerigading pada dini hari meski SPBU masih dalam kondisi tutup. Hal tersebut memicu kecurigaan masyarakat
Menanggapi hal tersebut ,Ahmad Koordinator Luwu Raya LSM Progress menegaskan Pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) menggunakan jerigen yang dipegang sendiri oleh konsumen menyalahi Standar Operasional Prosedur (SOP) Pertamina dan aturan keselamatan
“Aturan Penggunaan Nozel sesuai standar keselamatan (HSSE) Pertamina, nozel atau alat pompa BBM hanya boleh dioperasikan oleh petugas SPBU berseragam.Konsumen dilarang memegang nozel sendiri untuk mencegah tumpahan atau bahaya terjadinya kecurangan dan kebakaran di area pompa”.jelas Ahmad
Ahmad juga mengancam akan melaporkan peristiwa tersebut ke pihak Pertamina dan meminta agar memberikan sanksi kepada pihak pengelola SPBU Sawerigading yang telah melakukan pembiaran sehingga Nosel Pengisian BBM Solar Bersubsidi di kuasai oleh konsumen
“Kami akan melayangkan laporan agar pihak Pertamina dengan segera memberikan sanksi kepada para hak pengelola SPBU Sawerigading karena telah melakukan pembiaran sehingga Nosel Pengisian BBM Solar Bersubsidi di kuasai oleh konsumen “tegas nya (FS)

