PALOPO,Lintera News | Pemberitaan dugaan keterlibatan kendaraan transportir PT.Katana Global Trade dalam praktik BBM Ilegal mendapat respon tegas dari pihak Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi

Pertamina Patra Niaga langsung mengambil langkah pengawasan menyeluruh terhadap distribusi BBM bersubsidi, menyusul pemberitaan terkait dugaan praktik penyelewengan solar subsidi yang melibatkan pihak eksternal.Informasi mengenai pola pelansiran berulang, penampungan terselubung, hingga dugaan penjualan solar subsidi ke sektor non-subsidi menjadi perhatian serius perusahaan.

Pertamina Patra Niaga memastikan seluruh SPBU dan lembaga penyalur berada dalam pengawasan ketat dengan mekanisme pemeriksaan rutin, monitoring penjualan, serta pelacakan pola transaksi yang tidak wajar.

Untuk itu, Sales Branch Manager Industry,melalui Humas Pertamina, menegaskan bahwa PT Katana Global Trade bukan agen ataupun transportir mitra resmi PT.Pertamina Patra Niaga .

” PT Katana Global Trade bukan agen maupun transportir resmi PT Pertamina Patra Niaga” tegas nya lewat pesan singkat kepada Wartawan.Selasa 25/11/2025

Sebagai upaya peningkatan transparansi, sejak bulan maret 2025 Pertamina telah menerapkan sistem Quick Response Code (QR Code) pada seluruh armada mobil tangki yang melayani sektor industri. Sistem ini secara otomatis akan menampilkan seluruh data resmi dan terperinci terkait mobil tangki, termasuk identitas pemilik, penanggung jawab, alamat kantor, kapasitas muatan, hingga Nomor Polisi (Nopol) kendaraan. Sehingga masyarakat maupun petugas yang berwenang dapat melakukan verifikasi secara Real-time terhadap kendaraan pengangkut BBM Industri.

Pertamina Patra Niaga juga mengingatkan bahwa setiap pihak yang terlibat dalam penyelewengan BBM subsidi dapat dikenai sanksi tegas sesuai regulasi migas yang berlaku. Perusahaan terus meningkatkan sistem pengawasan, termasuk integrasi data transaksi SPBU dan pemantauan aktivitas pengangkutan BBM.

Pertamina Patra Niaga mengajak masyarakat turut mengawasi dan melaporkan aktivitas mencurigakan terkait penyalahgunaan BBM subsidi melalui Call Center 135 untuk memperkuat ketertiban distribusi di seluruh wilayah.

Sementara itu, Koordinator Luwu Raya LSM Progress Ahmad mengapresiasi langkah cepat Pertamina Patra Niaga yang menegaskan PT Katana Global Trade bukan agen ataupun  sebagai mitra resmi perusahaan, karena klarifikasi seperti ini penting untuk mencegah penyebaran informasi yang tidak akurat di tengah masyarakat.

“Pertamina sudah mengambil langkah yang tepat dengan memperjelas status perusahaan terkait dan memperketat pengawasan. Namun, kami mendorong agar proses pengawasan di lapangan benar-benar berjalan dan tidak hanya berhenti pada pernyataan pers,” tambahnya.

Ahmad menegaskan kepada Aparat Penegak Hukum (APH) jajaran Polda Sulsel agar segera mengambil langkah tegas, menyusul pernyataan resmi Pertamina Patra Niaga yang menegaskan bahwa PT Katana Global Trade bukan agen maupun mitra resmi Pertamina.Menurutnya pernyataan tersebut semakin menguatkan bahwa aktivitas kendaraan perusahaan tersebut di lapangan patut di duga sebagai bagian daripada upaya pengambilan BBM solar subsidi melalui jaringan penampung gelap.

“Pihak Pertamina Patra Niaga sudah menegaskan bahwa PT Katana Global Trade bukan mitra resmi, maka aktivitas kendaraan perusahaan tersebut di lapangan patut diduga terlibat dalam pengambilan solar subsidi dari para penampung gelap,” tegas Ahmad.

Ia juga menekankan bahwa aparat tidak boleh tinggal diam, sebab dugaan praktik ilegal tersebut dapat menyengsarakan Masyarakat yang membutuhkan hingga  merugikan negara.

“Aparat Penegak Hukum khususnya jajaran Polda Sulsel harus turun tangan. Jangan sampai kegiatan seperti ini terus berulang tanpa ada penindakan tegas.” tegasnya.(Fs)