Luwu, Lintera News — Keberadaan Posyandu (Pos Pelayanan Terpadu) sebagai salah satu upaya untuk mempermudah masyarakat dalam mendapat pelayanan kesehatan rupanya terus dibenahi pemdes To’lemo Kecamatan Lamasi Timur Kabupaten Luwu Propinsi Sulawesi Selatan

Jika dulu Posyandu identik dengan balita saja, kini pelayanan itu telah bertransformasi dalam pemberian informasi dan layanan kesehatan yakni, integrasi antara Posyandu, Pos Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Bina Keluarga Balita (BKB). 

Dimana, dalam hal ini Pemdes To’lemo terus berupaya meningkatkan fungsi dari keberadaan Posyandu bukan tanpa sebab, berbagai inovasi menarik yang di lakukan ini menjadi salah satu hal utama sehingga dapat membawa juara Lomba KIP (Keterbukaan Informasi Publik) di Tingkat Kabupaten mewakili Kecamatan Lamasi Timur 

Kades To’lemo Uddin SE, mengatakan kepada awak media ini Jumat 11/12/2020, Beberapa inovasi memang telah kami hadirkan dalam pelayanan kesehatan bagi masyarakat seperti Pemberian makanan tambahan (PMT) setiap bulan untuk balita dan bumil yang hadir keposyandu (Dana Desa), Pemberian makanan tambahan untuk balita kurang gizi (Swadaya), Pengurusan kartu identitas anak (KIA) & Akta kelahiran. Ucapnya

Begitupun Sweeping penimbangan bagi balita yang tidak hadir diposyandu pada saat penimbangan jadwal posyandu jeruk dusun to’lemo setiap tanggal 4 dan tanggal 19 pada posyandu mawar dusun katapi bawah. penimbangan balita dan pemantauan stunting, pemberian makanan tambahan untuk balita dan bumil yg kurang gizi melalui program Rumah Desa Sehat (RDS).

Serta memberikan hadiah sebanyak 20 balita di dua posyandu bagi balita yang rajin keposyandu setiap bulannya selama tahun 2020. pemberian hadiah ini sudah masuk tahun kedua kegiatannya sebanyak 4 balita yang tidak pernah alfa keposyandu mulai bulan januari – desember 2019. Tuturnya

Terakhir, inovasi di bidang tanaman yakni Genato (Gerakan Menanam Toga). Melalui kegiatan ini, masyarakat diajak untuk menanam tanaman tradisional yang bisa digunakan sebagai sayuran dan pengobatan, nanti tanaman toga itu dibuat jamu. Hasilnya buat obat balita yang kurang gizi bisa, mengobati panas juga bisa.

Sehingga tidak serta merta menjadi kepuasan, melainkan menjadikan motivasi untuk lebih baik dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, Kita ingin menyadarkan masyarakatnya pentingnya kesehatan juga melalui ini. ujarnya

Liputan : Adyrman)