Palopo Lintera News — Kini Jendral Pol Listyo Sigit Prabowo tak lagi menjabat sebagai Kapolri ia resmi digantikan Komjen Pol Suyudi Aryo Seto, Kamis 1 Oktober 2026.

Namun dibalik perjalanan karirnya, publik dibuat salut dengan kisah keluarganya yang jauh dari praktik Kolusi, Korupsi dan Nepotisme (KKN).

Mau bukti? Ketika putra keduanya mendaftar seleksi taruna Akademi Kepolisian (Akpol) sang Ayah tak ingin memanfaatkan jabatannya. Padahal, jika sang ayah mau mungkin putranya sudah berseragam Akpol. Bahkan sampai 3 kali mendaftar sang anak tak juga lolos masuk Akpol.

Padahal semua tahu sang Ayah memiliki karier cemerlang di Korps Bhayangkara. Pernah menjadi ajudan Presiden hingga akhirnya dipercaya menjadi Kapolri sejak Januari 2021 hingga berakhir 1 Oktober 2026, hampir 6 tahun lamanya.

Kisah tersebut diungkap Gunawan, adik kandung sang istri. Diceritakan bahwa Listyo Sigit adalah sosok yang tidak mau memanfaatkan pangkat dan jabatan untuk kepentingan keluarga agar putranya bisa lolos masuk Akpol. Sebaliknya, ia membiarkan proses seleksi berjalan alami tanpa harus mengitervensi panitia seleksi Akpol.

“Iya pak. Mas Sigit orangnya memang tidak mau memanfaatkan aji mumpung. Waktu dia menjadi ajudan Presiden, anaknya yang Ragil pernah mendaftar Akpol. Sempat tiga kali mendaftar, tapi gagal. Ya sudah, enggak apa-apa katanya,” ujar Gunawan.

Ia menambahkan, sang anak juga tahu persis karakter ayahnya yang sangat memegang prinsip, murni mendaftar dan mengikuti rangkaian prosedur mendaftar seperti calon peserta umum lainnya, tanpa harus diperlakukankhusus.

Tentunya dengan cerita ini sekaligus membantah stigma miring di masyarakat bahwa menjadi anak jenderal pasti mulus masuk Akpol.

Listyo Sigit dan Juliati Sapta Dewi Magdalena, istrinya dikaruniai tiga orang anak, dua laki-laki dan satu perempuan. Anak pertama, Cornelius Krishna Satya Patria Wardhana, memilih jalan sebagai dokter dan telah menikah pada 2018 lalu.

Putra kedua, Ragil yang tiga kali gagal di Akpol malah justru sukses di jalur berbeda, berkarier di dunia perbankan dan kini menjadi banker di salah satu bank swasta nasional. Sedangkan putri bungsu masih menempuh pendidikan di perguruan tinggi.

Listyo Sigit juga dikenal sebagai ayah yang perhatian. Ia selalu menyempatkan waktu di akhir pekan untuk keluarga. Biasanya hari libur bersama keluarga, makan bersama sambil interaksi dengan anak.

Tentunya dibalik kisah ini menjadi potret langka pejabat tinggi di seluruh Indonesia. Jika punya kuasa dan wewenang tertinggi mamfaatkan dengan baik, jangan digunakan untuk kepentingan keluarga. (***)