
Luwu, Lintera News– Beberapa Warung Makan kini menjadi sasaran praktik penipuan dengan modus baru, yaitu memesan ketring makanan untuk para pekerja dengan mengatas namakan berbagi lembaga, intasi, perusahaan maupun yang lainnya
Salah satunya Warung Makan Jember (Jembatan Miring) yang berada dikaretan kecamatan Walenrang Kabupaten Luwu, Minggu 21/03/2021 Pukul 09.30 Wita pihaknya sudah menjadi korban percobaan penipuan dengan modus akan pemesanan ketring makanan untuk para pekerjanya. Ucap pemilik warung Jember (Pak Kesya)
Modus pelaku akan memesan ketring makanan selama 7 hari dalam sekali sehari makan siang dengan harga 27 ribu per porsilnya kepada 42 pekerja dengan mengatasnamakan sebagai pengawas dari PT. Makassar Indah yang mengerjakan pengaspalan sejak kemarin di jalan poros palopo – masamba, dengan menyuruh pihak warung membuatkan nota kontan pembelian untuk diperlihatkan tanda bukti kepada bosnya
Tak sampai disitu, setelah melakukan berbincangan dengan korban mengenai ketring yang akan di pesannya, pelaku juga menawarkan korban untuk mengambil uangnya dalam bentuk tranfer apa tunai, namun korban meminta uang tunai saja, untuk lebih menyakinkan lagi korban pelaku berpura pura menelvon bosnya di depan korban mempertanyakan ada sisa uang kekurangannya harga mateeial pasir untuk sekaligus di bayarkan
Setelah itu pelaku mengajak korban untuk bertemu bosnya yang berada di samping kelurahan jaya kota palopo tempat beskem para pekerja dan bosnya guna mengambil uang sesuai nota pesanan ketring, ketika di tengah perjalanan pelaku berhenti meminta uang kepada korban kekurangannya harga material pasir untuk di bayarkan dulu kepihak mobil yang ada di jembatan miring dengan alasan nanti sekalian di ganti sama bosnya disana sesuai di nota yang terterai
Dengan perasaan percaya korban langsung menyerahkan kepada pelaku uang kekurangan harga pasir sebesar 250 ribu, lanjut perjalanan lagi pelaku melaju kencang arah palopo menggunakan motor metic Scoopy tanpa menggunakan plat hingga korban kehilangan jejak untuk mengikuti, setiba di tujuan korban tidak menemukan ada siapa siapa disana maupun pekerja
Korban mengakui ternyata ini upaya pelaku modus penipuan yang awalnya mengaku namanya Riswan tinggal di batusitanduk selaku pengawas pekerja pengaspalan, kami kurang hati-hati seharusnya sejak awal memeriksa identitasnya dahulu bukannya langsung percaya, terangnya
(Adyrman)

