MAKASSAR ,Lintera News | Tim Soeratin U13 Gaspa 1958 yang dinahkodai Presiden Klub dr Abdul Syukur Kuddus melakukan gugatan ke PSSI Sulsel atas dugaan penggunaan pemain tidak sah dalam Final Piala Soeratin U13 Sulsel antara Gaspa Palopo versus Anging Mammiri asal Makassar.
Laga final ini berlangsung pada Jumat 19 Juni 2026 lalu di Lapangan Ganesha Yon Zipur Zangkeang Kec. Moncongloe Kabupaten Maros, yang berkesudahan 3-0 bagi keunggulan Anging Mammiri.
Menurut Syukur Kuddus, pihaknya merasa dirugikan atas dugaan penggunaan pemain tidak sah dalam laga tersebut yang menodai semangat sportivitas dan fair play yang jadi roh kompetisi PSSI selama ini.
“Kami tengarai, ada 4 pemain mereka yang umurnya tidak sesuai dan menggunakan dokumen milik orang lain sehingga bisa dibilang, ini kasus pencurian umur atau penggunaan pemain tidak sah,” tegas ASK, akronim nama dokter muda di kota Palopo yang juga Ketua IDI Palopo itu, Rabu 1 Juli 2026.
Lanjut dia, “kami sebenarnya sudah pasrah saat tim kami kalah di babak final waktu itu. Tetapi karena kami menerima banyak laporan, maka terpaksa kita bangkit dan melawan setiap upaya oknum sepakbola yang menghalalkan segala cara untuk meraih kemenangan. Ini merugikan tidak saja pihak kami, tetapi juga nilai-nilai kejujuran sportivitas dan kasihan mental anak-anak mereka yang disuruh berbohong untuk menggunakan identitas palsu,” tandasnya.
Sementara itu, secara terpisah, manajer Gaspa U13, Herdi, mensinyalir empat pemain yang diduga menggunakan dokumen milik temannya atau pihak lain adalah inisial MAR, MIAAF, FR dan MAZ.
“Untuk materi pokok perkara, kami belum mau buka disini, biar nanti di Sidang Komdis PSSI baru kami akan beberkan bukti-bukti yang sudah kami kumpulkan. Keempat nama tadi, entah dari mana diduga kuat menggunakan dokumen orang lain, padahal mereka punya nama asli dan dokumen seperti Akte, Rapor dan Kartu Keluarga yang sudah kami kantongi. Makanya kami diam-diam saja tidak perlu ribut di sosial media.”
“Kami merasa kasihan anak-anak itu nanti menjadi beban mental kalau nama mereka viral di Sosmed. Kami masih berpikir tentang masa depannya. Mungkin bukan mereka yang punya keinginan seperti ini, mereka hanya korban dari oknum-oknum yang ingin prestasi tetapi menempuh cara-cara yang tidak baik, pakai jalan pintas,” kunci pemilik usaha pakaian dan alat olah raga terkenal di kota Palopo itu. (*)

