Luwu, Lintera News — Pasca terjadinya aksi Bom Bunuh diri di gereja Katedral Makassar pekan lalu, Tiga Pilar wilayah Kecamatan Walenrang lakukan kegiatan Rekonsiliasi bersama lintas tokoh agama bertempat di kantor Polsek Walenrang Polres Luwu pada hari ini, Rabu (31/3/2021)

Kegiatan dihadiri : Danramil 1403-07/Walenrang Kapten Inf Agus Purwono, Plt. Kapolsek Walenrang Iptu Syamsul Bahri, Camat Walenrang Utara Kasnar Shemba SE M, Si, Tokoh-tokoh Agama Islam tingkat Desa, dari KUA, Ketua MUI, Pemuka Gereja Katholik, Tokoh-tokoh Gereja Toraja, Gereja GPIL, Gereja Pentakosta, Gereja Kibait se Kecamatan Walenrang.

Kegiatan rapat rekonsiliasi lintas tokoh agama se kecamatan Walenrang, guna memberi masukan dan pemahaman kepada para tokoh-agama untuk saling menjaga kerukunan antar beragama mengatisipasi adanya kegiatan kegiatan yang menjerumuskan masyarakat dalam faham dan pola fikir Radikalisme, serta aksi aksi teroris menjelang ibadah paskah umat nasrani Jumat 02 April 2021

Dalam sambutannya Danramil 07/Walenrang menyampaikan rekonsiliasi ini, ditekankan kepada para tokoh tokoh agama agar lebih meningkatan kewaspadaan dan pengawasan dini, terhadap penyimpangan idiologi negara maupun penyimpangan pada dasar dasar iman dalam agama yang dianutnya.

Terutama dalam pengajaran pengajaran keagamaan. Berikan pengajaran dan pemahaman iman yang benar dalam pengetahuan agama, serta tanamkan pemahaman bahwa agama itu damai dan tidak menyakiti siapapun, untuk itu lebih meningkatkan lagi Siskamling bagi tamu wajib untuk lapor 1×24 jam ke pemerintah setempat. ungkap Kapten Inf Agus Purwono

Dijelaskan pula oleh Plt Kapolsek Walenrang bahwa, kegiatan teror dan Bom bunuh diri dengan alasan Jihad, bukan merupakan pemahaman yang muncul dari ajaran agama islam, melainkan pemahaman yang muncul dari orang orang yang salah menafsirkan ajaran Islam.

Oleh karenanya tugas kita, adalah harus terlibat meluruskan pemahaman pemahaman yang menyimpang dalam ajaran agama, jika ada diantara masyarakat kita yg fikirannya telah terpapar paham Radikal karena ajaran yang diikutinya.

Kemudian saya juga menyarankan agar kita jangan takut atas Bom bunuh diri yg telah terjadi di Makassar, sebab tujuan teroris itu sebenarnya adalah membuat masyarakat takut, agar kelompok mereka bisa dengan mudah membangun kekuasaan diatas negri ini. Tegas ” Iptu Syamsul Bahri.

(Adyrman)