RS Mujaisyah Mendapat Protes Dari Keluarga Pasien, Karena Vonis Pasien Covid -19,Namun Menelantarkan Jenazahnya

Palopo Lintera News — Sesuai dengan Protap penanganan Covid -19,apabila ada seseorang Meninggal dunia yang diakibatkan terpapar oleh Virus Covid -19,maka diwajibkan untuk di urus dan dimakamkan secara protap Covid-19

Berbeda dengan penanganan dirumah sakit Mujaisyah yang mendapatkan protes dari pihak keluarga,pasien meninggal dunia yang diklaim pihak rumah sakit meninggal karena terpapar Virus Covid -19 karena dianggap telah menelantarkan Jenazah dan membiarkan orang masuk untuk mendekatinya

Yang dimana pihak keluarga pasien ramai-ramai mendatangi Rumah Sakit (RS) Mujaisyah di Jalan Dr Ratulangi Kelurahan Temmalebba Kecamatan Bara Kota Palopo, Minggu (03/02/21) dini hari.

Pihak keluarga ini datang untuk melakukan protes terhadap pelayanan RS yang memvonis pasien meninggal dunia akibat terpapar Virus Corona (Covid-19), tapi jenazah malah diterlantarkan.

Foto Robi,keluarga Pasien yang dilansir dari teraskata.com

Salah satu pihak keluarga, Robi yang ditemui mengatakan, sangat kecewa terhadap pelayanan RS Mujaisyah lantaran keluarganya yang meninggal ini divonis terpapar Covid-19, namun pihak RS tidak mengurusi jenazah dengan Protokol Kesehatan (Protkes).

“Saya sangat sayangkan pelayanan di rumah sakit ini, masa keluarga kami dibilang Covid, tapi jenazahnya disuruh kami yang urus, masalahnya betulkah keluarga kami ini Covid,” kata Robi saat ditemui di depan halaman RS Mujaisyah.

Ia pun mengungkapkan, saat dirinya masuk melihat jenazah keluarganya, anak dan istri dari Almarhum yang diketahui bernama Agus (60) itu bebas dipeluk dan tidak dimandikan serta dibungkus sebagaimana penanganan pasien Covid-19.

“Ini kami diminta untuk ambil jenazahnya, tadi saya juga masuk bebas saja anak dan istrinya peluk tanpa menggunakan APD lengkap,” sebut Robi.

Rencananya pihak keluarga akan mengambil lalu mengurus jenazah tersebut dan kemudian menguburkannya Pagi ini.

Sementara Wartawan yang berusaha untuk menemui pihak RS Mujaisyah terkait permasalahan ini tidak diperbolehkan masuk ke dalam RS untuk melakukan konfirmasi.

Liputan :***