LUWU ,Lintera News | Pemerintah Kabupaten Luwu menyerahkan Rancangan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Rancangan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Luwu Tahun Anggaran 2027 dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Luwu yang berlangsung di Ruang Sidang Paripurna DPRD Kabupaten Luwu, Senin (3/8/2026).

Rancangan KUA-PPAS tersebut disampaikan oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Luwu, Muhammad Rudi, mewakili Bupati Luwu, di hadapan Ketua DPRD Kabupaten Luwu Ahmad Gazali, Wakil Ketua II DPRD Andi Mammang, Anggota DPRD Kabupaten Luwu, serta jajaran kepala perangkat daerah lingkup Pemerintah Kabupaten Luwu.

Dalam penyampaiannya, Sekretaris Daerah menjelaskan bahwa penyusunan KUA-PPAS Tahun Anggaran 2027 merupakan tindak lanjut dari Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Luwu Tahun 2027 yang telah ditetapkan melalui Peraturan Bupati Luwu Nomor 8 Tahun 2026. Dokumen tersebut juga disusun dengan memperhatikan keselarasan terhadap kebijakan pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, serta implementasi Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (HKPD).

Penyusunan APBD Tahun 2027 juga mengacu pada RPJMD Kabupaten Luwu Tahun 2025–2029 dengan visi “Luwu Unggul, Berkarakter dan Berbasis Agribisnis”, serta mengakomodasi hasil Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) dan aspirasi masyarakat melalui reses DPRD.

Tema pembangunan Kabupaten Luwu Tahun 2027 ditetapkan sebagai “Peningkatan Produktivitas Ekonomi dan Daya Saing Sumber Daya Manusia serta Pemerataan Kualitas Pelayanan Publik Berbasis Digital”. Tema tersebut dijabarkan ke dalam tujuh prioritas pembangunan, yakni Luwu Berdaya, Luwu Malebbi, penguatan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing, Luwu Mappatuwo sebagai pelopor kedaulatan pangan, pembangunan infrastruktur yang merata dan berkelanjutan, desa mandiri, serta Luwu Lestari yang berfokus pada lingkungan sehat dan tangguh bencana.

Dalam sambutan Bupati Luwu yang dibacakan Sekretaris Daerah, disampaikan bahwa kondisi perekonomian Kabupaten Luwu pada tahun 2025 menunjukkan capaian yang sangat positif dengan pertumbuhan ekonomi sebesar 7,43 persen, tertinggi dalam tujuh tahun terakhir dan menjadi yang tertinggi kedua di Sulawesi Selatan. Atas dasar capaian tersebut, Pemerintah Kabupaten Luwu menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 8,07 persen pada tahun 2027 dengan menjaga inflasi daerah di kisaran 2,5 persen.

Selain mendorong pertumbuhan ekonomi, Pemerintah Kabupaten Luwu juga menargetkan penurunan angka kemiskinan menjadi kisaran 9,33–9,95 persen, menurunkan tingkat pengangguran terbuka menjadi 2,87–3,13 persen, serta memperbaiki rasio gini menuju kisaran 0,300–0,306 sebagai upaya mewujudkan pemerataan kesejahteraan masyarakat.

Kebijakan belanja daerah Tahun Anggaran 2027 diarahkan berdasarkan prinsip money follows program, dengan fokus pada hilirisasi sektor pertanian, perkebunan, dan perikanan, penguatan infrastruktur konektivitas, digitalisasi ekosistem UMKM, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia berbasis sertifikasi, tanpa mengabaikan pemenuhan standar pelayanan minimal di bidang pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur dasar.

Dalam penutup sambutannya, Bupati Luwu melalui Sekretaris Daerah mengajak seluruh unsur DPRD dan pemangku kepentingan untuk bersama-sama mendukung pembahasan dokumen KUA-PPAS demi mewujudkan pembangunan daerah yang lebih maju.

“Saya mengajak seluruh hadirin untuk turut membantu dan mendukung proses pembahasan dokumen ini demi terwujudnya pembangunan Kabupaten Luwu yang lebih maju, sejahtera, dan berkeadilan, sejalan dengan tagline pembangunan daerah ‘Bangkit Lebih Cepat Menuju Luwu yang Lebih Unggul, Berkarakter dan Berbasis Agribisnis’,” ujar Muhammad Rudi membacakan sambutan Bupati Luwu.

Ia berharap sinergi antara Pemerintah Kabupaten Luwu dan DPRD terus terjalin dalam proses pembahasan hingga penetapan APBD Tahun Anggaran 2027, sehingga seluruh program pembangunan dapat memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Luwu.(*/FS)