WALENRANG UTARA, LinteraNews | Setelah lima hari lima malam melakukan aksi pemblokiran Jalan Poros Trans Sulawesi, Aliansi Wija To Luwu akhirnya membuka kembali akses jalan yang berada di Kelurahan Bosso, Kecamatan Walenrang Utara ,Kabupaten Luwu pada Selasa 27/1/2026 malam
Pembukaan blokade jalan trans Sulawesi tersebut terjadi setelah adanya mediasi yang dilakukan oleh Kanit 5 Subdit Kamsus AKP Idul,S.H yang juga merupakan mantan kasat intel palopo bersama Tim Direktorat ik Polda Sulawesi Selatan.
Mediasi ini kemudian menghasilkan kesepahaman antara aparat keamanan dan Aliansi Wija To Luwu, sehingga aksi penutupan jalan yang sempat melumpuhkan arus lalu lintas antarwilayah akhirnya dihentikan.
Selama aksi berlangsung, Jalan Trans Sulawesi di wilayah tersebut mengalami kemacetan panjang, menghambat aktivitas masyarakat, distribusi logistik, serta perjalanan kendaraan umum dan pribadi.
Aksi ini dilakukan sebagai bentuk penyampaian aspirasi dan tuntutan Aliansi Wija To Luwu kepada pemerintah terkait perjuangan pembentukan Dob Kabupaten Luwu Tengah dan Provinsi Luwu Raya.
Setelah tercapainya kesepakatan, massa aksi akhirnya menarik diri dan membiarkan TNI – Polri bersama Masyarakat membersihkan potongan pohon yang menjadi penghalang jalan dan memastikan jalur Trans Sulawesi dapat kembali dilalui oleh kendaraan dari kedua arah.
Usai puing – puing potongan pohon di bersihkan ,Aparat Kepolisian kemudian bergerak cepat melakukan pengamanan dan pengaturan lalu lintas guna memastikan situasi tetap aman,lancar dan kondusif.
Tak hanya itu,pihak kepolisian juga mengapresiasi sikap kooperatif massa aksi yang bersedia membuka jalan setelah proses mediasi berjalan dengan baik. Sementara itu,
” Kami apresiasi sikap koperatif massa aksi ,karena bersedia membuka jalan setelah proses mediasi berjalan dengan baik”ujar Kanit 5 Subdit Kamsus AKP Idul
Sementara itu, Aliansi Wija To Luwu menegaskan bahwa pembukaan blokade tidak menghilangkan semangat perjuangan mereka,Perjuangan ini akan terus mereka seruhkan sampai pada pembentukan Luwu Tengah dan Provinsi Luwu Raya.(FS)


