PALOPO,Linteranews | Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang terjadi di sejumlah wilayah Kota Palopo kian meresahkan warga.
Antrean panjang di beberapa SPBU dikeluhkan masyarakat, meski secara stok BBM dinyatakan aman.
Kondisi tersebut mendapat perhatian dari DPRD Kota Palopo, khususnya Komisi C yang dalam waktu dekat menjadwalkan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah SPBU di Palopo.
Anggota DPRD Palopo, Bata Manurun menduga kelangkaan BBM bukan disebabkan keterbatasan stok dari Pertamina, melainkan akibat lemahnya penerapan standar operasional prosedur (SOP) di tingkat SPBU.
“Kami menduga ada SPBU yang tidak menjalankan SOP dengan benar. Ada indikasi lebih mengutamakan pelangsir atau penimbun BBM, sehingga masyarakat umum justru kesulitan,” ujarnya, Senin (2/2/2026).
Ia menegaskan, berdasarkan informasi yang diterima DPRD, stok BBM khususnya di wilayah Palopo sebenarnya dalam kondisi aman dan tidak mengalami gangguan distribusi dari Pertamina.
Namun, praktik penimbunan dan permainan oknum tertentu diduga kuat menjadi penyebab utama kelangkaan di lapangan.
Akibat kondisi tersebut, harga BBM eceran di tingkat pengecer melonjak.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, harga bensin botolan di Kota Palopo kini tembus hingga Rp30 ribu per botol, jauh di atas harga normal.
“Kami akan turun langsung ke lapangan untuk memastikan apa yang sebenarnya terjadi. Jika ditemukan pelanggaran, tentu akan kami rekomendasikan untuk ditindak tegas sesuai aturan yang berlaku,” tegas Bata.(*)


