Luwu, Lintera News – Setiap orang pasti memiliki rasa kemanusian untuk membantu sesama pada saat ada yang ada kesulitan di lingkungannya. Apalagi saat pandemi COVID-19 ini banyak orang yang mengalami kesulitan ekonomi.

Pasalnya, roda perekonomian yang selama ini berjalan seolah berhenti, dampaknya sangat terasa bagi masyarakat kecil yang bekerja dan hidup mengandalkan pendapatan sehari-hari.

Babinsa 07 Memberikan Bantuan Kepada Salah Satu Warga Binaannya

Kondisi ini menggugah hati Serma Suratmin anggota Koramil 07/Walenrang Kodim 1403/Sawerigading, yang bertugas menjadi Bintara Pembina Desa (Babinsa) Desa Wiwitan, Kecamatan Lamasi, Kabupaten Luwu Propinsi Sulawesi Selatan.

Suratmin mengatakan, di wilayah desa binaanya, hampir 20 persen warga terkena imbas akibat pandemi Covid-19. Untuk itu, sebagian penghasilan gaji saya sisihkan setiap bulan dalam celengan untuk membantu keluarga pra sejahtera, terutama lansia, warga yang sedang sakit dan yang kurang mampu

“Sudah menjadi kewajiban sebagai muslim untuk mengeluarkan zakat penghasilan sebesar 2,5 persen dan disalurkan untuk membantu sesama yang sedang kesulitan,” ucapnya kepada wartawan Media ini, Senin 10/05/2021 pukul 12.00 Wita

Dia menyatakan dengan tegas, apa yang dilakukannya bukan untuk mendapat pujian dari orang lain. Tapi yang lebih penting dan diharapkan bisa mengetuk hati warga yang mampu dan memiliki rejeki cukup untuk turut mengulurkan tangannya dalam membantu masyarakat.

Untuk membantu warga, lanjutnya, dirinya membeli berbagai bahan pokok sembako hingga berjumlah 12 paket dari hasil celengan untuk disalurkan berupa, gula, teh, mie instan, minyak goreng, sirup ABC untuk warga rentan terjadi penularan virus corona seperti janda lansia dan fakir miskin yang berada di Desa Wiwitan

Bantuan berupa sembako ini merupakan wujud kepedulian dalam rangka bulan suci ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 1442 H. Sudah kami lakukan setiap tahunnya pada bulan ramadhan “Ini sudah suatu kewajiban untuk saling tolong-menolong dan mengajak warga lainnya untuk peduli terhadap tetangga di lingkungannya,”

Disela-sela menyalurkan bantuan, tidak lupa menyampaikan himbauan dan sosialisasi dalam penanggulangan penyebaran virus corona. Masyarakat diberikan pemahaman akan pentingnya social distancing dan physical distancing dalam upaya memutus rantai pandemi Korona. pungkasnya

(Adyrman)