MAKASSAR, Lintera News | Pada Rabu, 17 Juli 2024, PT Masmindo Dwi Area (MDA) telah resmi menandatangani Memorandum of Understanding (MOU) dengan Universitas Hasanuddin (UNHAS) di Makassar.
Kerjasama ini menandai tahap pertama kolaborasi antara MDA dengan Tim Kajian Kebencanaan UNHAS yang dipimpin oleh Wakil Rektor Bidang Kemitraan, Inovasi, Kewirausahaan, dan Bisnis Universitas Hasanuddin.
Tim Kajian ini terdiri dari ahli multidisiplin, termasuk dari Teknik Geologi (Kebencanaan), Teknik Sipil (Infrastruktur), Kehutanan (Konservasi Hutan), Sosial (Kebijakan Publik), dan Manajemen Kebencanaan.
Tujuan MOU ini adalah untuk meningkatkan upaya mitigasi dan penanganan bencana di wilayah operasional MDA, terutama di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan. Langkah ini sesuai dengan arahan Penjabat (Pj) Gubernur Sulawesi Selatan dalam rapat koordinasi dengan Komisi IV DPR RI dan pihak terkait di Kantor BPKHTL Wilayah VII Makassar beberapa pekan lalu.
Pj Gubernur mendorong setiap perusahaan untuk meningkatkan upaya pencegahan bencana mengingat Kabupaten Luwu memiliki Indeks Risiko Bencana Indonesia (IRBI) tertinggi di Sulawesi Selatan. Menurut data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Luwu saat ini menduduki peringkat pertama pada IRBI di wilayah tersebut.
Direktur Utama MDA, Trisakti Simorangkir, menegaskan bahwa kerjasama ini tidak hanya berfokus pada operasional pertambangan yang berwawasan lingkungan, tetapi juga pada pembangunan ekonomi daerah dengan landasan prinsip good governance dan kepatuhan korporat.
Trisakti menambahkan bahwa kerjasama dengan Tim Kajian Kebencanaan UNHAS melibatkan semua pihak, termasuk otoritas terkait.
“Dengan optimisme, kami berharap dapat memberikan kontribusi signifikan dalam mitigasi bencana dan pengurangan risiko di wilayah operasional MDA dan sekitarnya,” ujar Trisakti.
Penandatanganan MOU ini menandai dimulainya berbagai program dan kegiatan bersama antara MDA dan UNHAS, termasuk penelitian bersama, pengembangan sistem peringatan dini, pelatihan tanggap darurat, kampanye kesadaran masyarakat mengenai mitigasi bencana, serta program lainnya.(***)


