JENEPONTO.Linteranews.com-Sambut peringatan hari kemerdekaan Republik Indonesia ke-77 tahun, pemerintah daerah kabupaten jeneponto akan bagikan puluhan ribu bendera merah putih senin. (08/08/2022)

setelah dua tahun diterpa pandemi covid-19, peringatan hari kemerdekaan Republik Indonesia yang jatuh pada tanggal 17 agustus tahun ini dipastikan akan berlangsung meriah 

Ragam agenda pun telah disiapkan oleh pemerintah daerah kabupaten jeneponto untuk memperingati hari bersejarah tersebut 

salah satu yang menarik adalah agenda pembagian 20 ribu lembar bendera merah putih secara serentak disebelas kecamatan sekabupaten jeneponto 

Rencana tersebut dibeberkan kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (kesbangpol) Syarbini Mattewakkang saat memberikan laporan pada acara coffee morning diruang pola panrannuanta 

Syarbini Mattewakkang menjelaskan pembagian 20 ribu lembar bendera merah putih merupakan turunan dari kebijakan pemerintah pusat yakni gerakan 10 juta bendera dalam rangka menyemarakkan HUT RI ke-77 tahun 

Lebih jauh Syarbini Mattewakkang menjelaskan kegiatan pembagian 20 ribu bendera merah putih secara simbolis akan dilaksanakan pada tanggal 11 agustus dan pada hari yang sama secara serentak diikuti oleh wilayah kecamatan, desa serta kelurahan 

“kegiatan pembagian 20 ribu bendera merah putih secara simbolis akan dilaksanakan pada tanggal 11 agustus Oleh bupati Iksan Iskandar bersama Forkopimda dilapangan Passamaturukang”jelasnya 

menanggapi penjelasan kepala kesbangpol, Bupati Iksan Iskandar menyambut baik dan memberikan apresiasi 

bupati dua periode itu menjelaskan pentingnya membangun rasa nasionalisme ditengah masyarakat dan  kegiatan pembagian 20 ribu bendera merah putih menjelang peringatan hari kemerdekaan Republik Indonesia merupakan langkah kreatif dan tepat sasaran 

“alhamdulillah kita semua berharap semua rangkaian kegiatan peringatan hari kemerdekaan Republik Indonesia tahun ini dapat berjalan lancar, tentu dengan sinergi serta berbagai persiapan matang dan seksama”ujarnya mengapresiasi 

(Ridwan Tompo)