LUWU UTARA ,Lintera News | Memasuki awal Januari 2026, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Desa Buangin, Kecamatan Sabbang Selatan, Kabupaten Luwu Utara, terus mengintensifkan pendampingan kepada kelompok tani sebagai bagian dari upaya mendukung program Swasembada Pangan 2026 yang dicanangkan Kementerian Pertanian.
Dalam sejumlah pertemuan bersama kelompok tani kakao, jagung, dan padi, PPL Desa Buangin bersama penyuluh pertanian Kecamatan Sabbang Selatan aktif mengawal berbagai program pertanian, termasuk memastikan ketersediaan dan penyaluran pupuk berjalan tepat sasaran.
PPL Desa Buangin, Herawati, S.Pa, menegaskan bahwa pengelolaan pupuk kini semakin transparan. Untuk pertama kalinya, ketua kelompok tani memegang langsung Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) sehingga distribusi pupuk ke anggota dapat terpantau secara jelas dan terhindar dari keluhan yang selama ini kerap muncul.
“Kami memastikan tidak ada lagi keluhan pupuk. Ketua kelompok kini memegang langsung RDKK, sehingga penyaluran pupuk kepada anggota dapat diawasi dengan baik dan tepat sasaran,” ujar Herawati.
Pertemuan yang berlangsung di Sanggar Tani Desa Kalotok juga diisi dengan sesi tanya jawab antara penyuluh dan kelompok tani, khususnya terkait penggunaan pupuk yang baik dan benar guna meningkatkan produktivitas pertanian.
Selain pendampingan langsung di lapangan, pemerintah pusat melalui Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman juga aktif melakukan pertemuan dan dialog, baik secara tatap muka maupun melalui zoom meeting, bersama kelompok tani, pengecer,
pendamping, serta pemangku kepentingan seperti HKTI. Langkah ini dilakukan untuk merespons langsung keluhan petani dan memastikan kesiapan lapangan dalam menyukseskan swasembada pangan nasional.
Sejak 1 Januari 2026, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) di daerah secara resmi dialihkan menjadi ASN Pusat, dengan tujuan memaksimalkan pendampingan dan pengawalan program pertanian di tingkat kelompok tani.
Tak hanya itu, Kementerian Pertanian juga terus menggencarkan penyaluran bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) seperti traktor dan combine harvester ke berbagai kelompok tani, termasuk di Sulawesi Selatan, guna mendorong modernisasi pertanian.
Saat ini, PPL di Kecamatan Sabbang Selatan aktif mengajak seluruh kelompok tani menyusun RDKK Tahun 2026 sebagai dasar perencanaan kebutuhan pupuk dan sarana produksi lainnya.
Secara keseluruhan, PPL berperan strategis dalam menggerakkan kelompok tani di daerah untuk menyukseskan target Swasembada Pangan 2026, sejalan dengan arahan dan kebijakan Menteri Pertanian Republik Indonesia.(S.Soni)

