LUWU ,Lintera News | Pemerintah Kabupaten Luwu terus memperkuat upaya pemenuhan gizi masyarakat, khususnya bagi anak-anak yang membutuhkan perhatian terhadap asupan nutrisi. Upaya tersebut dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor dalam memastikan bantuan pangan bergizi dapat tersalurkan secara tepat sasaran.
Hal itu ditandai dengan pelaksanaan rapat koordinasi sekaligus pelepasan secara simbolis distribusi bantuan produk susu yang berlangsung di Ruang Rapat Sekda Kabupaten Luwu, Rabu (7/10/2026).
Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Luwu menjadi leading sector dalam pelaksanaan kegiatan tersebut. Distribusi bantuan melibatkan sejumlah perangkat daerah dan organisasi masyarakat, termasuk Tim Penggerak PKK Kabupaten Luwu, untuk mendukung kelancaran penyaluran bantuan kepada penerima manfaat.
Dalam kegiatan tersebut disiapkan sebanyak 177 dos bantuan susu yang akan didistribusikan melalui lokus-lokus yang telah ditentukan. Berdasarkan data penerima, sebanyak 112 dos bantuan susu akan disalurkan ke sejumlah Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Luwu, sementara 60 dos lainnya akan didistribusikan ke beberapa Raudhatul Athfal (RA) di Kabupaten Luwu.
Ketua TP-PKK Kabupaten Luwu, Ny. Hj. Kurniah Patahudding, menekankan pentingnya sinergi seluruh pihak dalam proses pendistribusian bantuan. Menurutnya, bantuan yang diberikan tidak hanya harus tersalurkan, tetapi juga perlu dipastikan benar-benar diterima oleh masyarakat yang menjadi sasaran.
“Bantuan ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi penerima. Karena itu, dalam pendistribusiannya kita perlu bekerja sama dan memastikan bantuan benar-benar sampai kepada sasaran,” ujarnya.
Ia menambahkan, keterlibatan TP-PKK Kabupaten Luwu merupakan bagian dari dukungan terhadap berbagai program pemerintah, khususnya dalam meningkatkan kualitas kesehatan, pemenuhan gizi, serta mendukung tumbuh kembang anak.
Kolaborasi lintas sektor dalam kegiatan tersebut melibatkan DP3A, TP-PKK, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Dinas Pendidikan, Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dalduk KB), serta organisasi perempuan seperti Muslimat NU dan BKMT Kabupaten Luwu. Sinergi tersebut diharapkan dapat memperluas jangkauan program hingga ke tingkat masyarakat.(*/FS)


