AKP Supriadi: Polisi Selidiki Motif Penikaman

PALOPO Lintera News — Orang jahat tidak berbahaya sebab kita tahu dia jahat sehingga kita selalu waspada dan berhati-hati, yang bahaya itu orang yang kita anggap baik dan percaya, tanpa sadar melukai dan menikam kita dari belakang. Kalimat tersebut dialamatkan kepada lelaki berinisial AH (25), yang ditikam teman sendiri. Padahal, selama ini AH merasa temannya orang baik, namun tega melukainya dari arah belakang.

Peristiwa penikaman itu terjadi Selasa 22 Juli 2025 sekira pukul 18.00 Wita, tepatnya wilayah Kelurahan Padang Lambe’, Kecamatan Wara Barat, Kota Palopo. Akibat kasus penikaman itu korban AH mengalami luka tusuk di bagian perut, kepala hingga akhirnya masuk UGD.

Kasubag Humas Polres Palopo, AKP Supriadi membenarkan adanya peristiwa penikaman yang dialami seorang kurir ekspedisi di Kota Palopo. Pelakunya juga kurir, masih rekan kerja korban berinisial EL. Korban ditikam di sekitar area kebun dekat lokasi wisata pemandian Padang Lambe. Saat ini korban AH masih dirawat intensif di RSUD Sawerigading Palopo.

“Keluarga korban sudah resmi melapor ke Polres Palopo. Kasusnya sedang ditangani untuk penyelidikan lebih lanjut. Dan saat ini penyidik belum mengambil keterangan dari pihak korban maupun pelaku karena masih ditangani medis. Mereka dirawat di rumah sakit berbeda,” terang AKP Supriadi.

Informasi menyebutkan, kejadian berawal saat pelaku mengajak korban untuk ditemani mengantar paket COD karena alasan pelaku takut dengan suami pelanggannya itu. Tanpa curiga korban mau menemaninya.

Namun di saat yang bersamaan, setibanya di area kebun, saat ngobrol santai dengan pelaku situasi mendadak berubah. Setelah buang air kecil pelaku tiba-tiba menyerang dan menikam korban dari belakang menggunakan pisau.

“Dia tusuk kepala saya dari belakang Pak. Lalu menusuk perut ini. Sambil menahan rasa sakit, saya berusaha melawan dan mencekik lehernya sampai pingsan. Lalu saya kabur dari kabun mencari pertolongan,” kata korban AH.

Alhasil, berkat pertolongan warga sekitar korban dievakuasi ke Puskesmas Padang Lambe. Karena lukanya sangat serius korban terpaksa dirujuk ke RSUD Sawerigading.

Sementara itu, dari keterangan saksi bernama Hasan (26), yang juga bekerja sebagai kurir mengatakan sempat video call dengan AH. Dia cerita kalau ditikam sama EL setelah diajak COD di daerah kebun dekat Batupapan. “Iya benar, kami sempat video call,” katanya. Adapun kondisi EL (pelaku. Red) juga mengalami luka sehingga dirawat di Rumah Sakit Bintang Laut, Kota Palopo. (One)